Balap Liar Jadi Target Utama Patroli Subuh Polres Lombok Barat saat Ramadan
- 25 Feb 2026 14:00 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Upaya menjaga kekhusyukan ibadah Ramadan 1447 Hijriah/2026 M terus diperkuat aparat kepolisian. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat mengintensifkan patroli subuh dan patroli malam guna mencegah balap liar, balap lari, perang sarung, adu panco dan perang kembang api atau petasan hingga berbagai aksi pemuda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas jalanan berisiko tinggi yang kerap muncul selepas salat tarawih hingga menjelang sahur. Fokus utama patroli berada pada jam rawan, yakni pukul 01.00 hingga 05.00 WITA, saat potensi pelanggaran dan kejahatan jalanan cenderung meningkat.
Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Lombok Barat Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan patroli dilakukan secara preventif sekaligus represif.
“Kami mengedepankan patroli subuh dan patroli malam sebagai langkah pencegahan. Namun, penindakan tegas tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujar Iptu Anton saat ditemui RRI di kantornya Gerung, Lombok Barat, Rabu 25 Februari 2026.
Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah Blue Light Patrol, yakni penggunaan rotator biru pada malam hari di titik-titik rawan. Metode ini dinilai efektif memberikan efek gentar bagi para pelaku balap liar sebelum aksi tersebut terjadi.
Selain itu, Satlantas juga secara rutin melakukan razia kendaraan dengan knalpot brong yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Menurut Anton, penggunaan knalpot bising kerap menjadi indikasi kendaraan yang digunakan untuk balapan ilegal.
“Kendaraan yang terjaring akan kami tindak tegas, mulai dari tilang hingga penyitaan kendaraan di Mapolres. Ini sebagai efek jera,” katanya.
Patroli diprioritaskan di sejumlah lokasi yang selama ini teridentifikasi rawan balap liar dan balap lari, di antaranya Jalur Lambat Bil 2 Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Jalan Raya Sekotong Dusun Pandanan, serta ruas Jalan Ahmad Yani–Perigi Gerung. Sementara itu, aktivitas balap lari dan perang sarung kerap muncul di kawasan Gerung, Labuapi, dan Kediri pada rentang waktu pukul 22.00 hingga 03.00 WITA, bersifat tentatif.
Tidak hanya patroli, rekayasa lalu lintas juga dilakukan dengan pemasangan speed bump sementara di jalan-jalan yang kerap dijadikan lintasan balap. Langkah ini dipadukan dengan pemasangan spanduk larangan balap liar di lokasi strategis.
Satlantas Polres Lombok Barat juga melibatkan unsur TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP dalam patroli gabungan guna memperkuat pengawasan di lapangan.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan. Orang tua diimbau untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hingga dini hari.
“Kami mengajak para orang tua agar tidak lengah. Pengawasan keluarga sangat penting agar anak-anak tidak terlibat aksi balap liar yang membahayakan keselamatan,” ucapnya.
Larangan kegiatan Sahur On The Road (SOTR) juga ditegaskan karena dinilai rawan memicu tawuran, balap liar, hingga konflik antarkelompok pemuda.
Seluruh rangkaian patroli ini bertujuan menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif selama Ramadan, sekaligus meminimalisir potensi kejahatan jalanan dan premanisme.
“Kami ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan tenang sepanjang Ramadan 2026. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....