Harga Cabai Makin Meroket, Ini Kata Gubernur NTB

  • 23 Feb 2026 13:58 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Harga cabai merah di sejumlah pasar di Nusa Tenggara Barat melonjak hingga hampir Rp200 ribu per kilogram pada pekan pertama Ramadan. Kenaikan tajam ini memicu kekhawatiran masyarakat karena cabai menjadi salah satu komoditas utama kebutuhan dapur saat bulan puasa.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, mengakui lonjakan harga cabai tak lepas dari faktor cuaca. Sejumlah lahan pertanian cabai mengalami gagal panen sehingga pasokan berkurang.

“Beberapa pertanian cabai belakangan ini memang gagal menghasilkan cabe sehingga banyak kita datangkan dari luar,” ujarnya usai memimpin apel Siaga Kamtibmas Ramadan 2026 di Mapolda NTB, Senin 23 Februari 2026.

Guna menstabilkan harga cabai, kata Iqbal, pemprov NTB telah menyiapkan sejumlah solusi. Pertama, Tim Pangan Daerah menjadwalkan operasi pasar. Intervensi ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan cabai dengan harga wajar.

Selain itu, Pemprov NTB telah berkoordinasi dengan sentra produksi cabai di Lombok Tengah dan Lombok Timur. Langkah ini penting untuk mengendalikan kelancaran rantai pasok cabai sejak dari petani.

“Kita sudah berkoordinasi dengan champion-champion cabai di Lombok Tengah dan Lombok Timur agar mereka mengeluarkan stok dan membatasi pengiriman keluar,”

Diketahui, harga cabai hari ini di sejumlah pasar di NTB meroket sangat tinggi. Di Pasar Dompu, Kabupaten Dompu, harga cabai rawit merah tembus Rp120.000 perkilogram.

Sementara itu, hal serupa juga terjadi di Kota Mataram. Pantauan RRI di Pasar Kebon Roek, Senin 23 Februari 2026, harga cabai rawit merah mencapai Rp170.000 perkilogram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....