Sidak Pasar Renteng, Bulog NTB Jamin Stok Pangan Aman saat Ramadhan
- 24 Feb 2026 14:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan stok pangan strategis dalam kondisi aman dan harga tetap terkendali selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan suci Ramadan 1447 H/2026. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Renteng, Selasa 24 Februari 2026.
Sidak tersebut dilakukan bersama Badan Pangan Nasional, Tim Satgas Pangan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda NTB, serta Dinas Perdagangan Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang dan selama Ramadhan.
Mara Kamin Siregar menegaskan, secara umum kondisi stok pangan di NTB berada dalam posisi sangat aman.
“Alhamdulillah, stok kita cukup aman. Bahkan cukup untuk satu tahun ke depan. Beras kita saat ini kurang lebih 156 ribu ton sampai hari ini,” ujarnya.
Selain beras, Bulog NTB juga memastikan ketersediaan minyak goreng tetap terjaga. Pasokan minyak terus didatangkan, termasuk dari Surabaya, guna memperkuat cadangan di wilayah NTB.
“Untuk minyak juga alhamdulillah masih aman. Kami terus mengisi stok dari Surabaya. Jadi harga tidak ada yang tinggi, baik beras maupun minyak masih dalam kondisi normal,” jelasnya.
Bulog NTB tetap menjaga stabilitas harga beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Untuk wilayah NTB, harga beras SPHP dipatok Rp12.500 per kilogram.
“Intinya kita di Rp12.500 untuk beras medium SPHP,” tegasnya.
Pengadaan beras juga terus dilakukan di seluruh kabupaten/kota di NTB, terutama di daerah yang mulai memasuki masa panen. Meski panen tahun ini tidak berlangsung serentak, proses penyerapan tetap berjalan guna memperkuat cadangan beras pemerintah.
“Kami masih melakukan pengadaan di semua kabupaten/kota. Beberapa titik sudah mulai panen, walaupun memang tidak serentak,” katanya.
Dalam sidak tersebut, Bulog turut memantau harga minyak goreng, khususnya Minyak Kita yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurut Siregar, minyak goreng yang disuplai Bulog dijual sesuai ketentuan pemerintah.
“Minyak goreng yang disuplai Bulog harganya sesuai ketentuan. Kalau ada sedikit lebih mahal, biasanya berasal dari distributor lain,” jelasnya.
Saat ini, stok minyak goreng Bulog NTB tercatat sekitar 307 ribu liter dan diperkirakan mencukupi hingga Maret 2026.
Bulog NTB juga bersiap menyalurkan kembali program bantuan pangan pemerintah pada Maret 2026. Tahun ini, terdapat kenaikan pagu penerima manfaat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Insya Allah bulan Maret nanti kita akan mulai lagi. Ada kenaikan penerima sekitar 46 persen dibanding tahun lalu. Sekarang kita masih menunggu data penerima manfaatnya,” ungkapnya.
Dengan stok beras yang mencapai 156 ribu ton dan pengadaan yang terus berjalan, Bulog optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri, bahkan beberapa bulan setelahnya, tetap terpenuhi.
“Kami pastikan stok aman sampai satu tahun ke depan. Untuk Ramadan dan Idulfitri tentu sangat cukup,” kata Regar.
Bulog NTB bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan terus berkoordinasi guna menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan permintaan selama Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....