Jelang MotoGP Mandalika, Kesiapan Sirkuit dan Operasional Terus Dikebut
- 18 Sep 2026 14:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit terus dikebut. Memasuki sekitar tiga pekan sebelum race week, sejumlah pekerjaan sirkuit dan berbagai sektor pendukung kini memasuki tahap akhir.
InJourney, ITDC, Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Pemerintah Provinsi NTB dan stakeholder terkait melakukan pengecekan langsung kesiapan kawasan The Mandalika, Kamis (17/9/2026).
Pengecekan dilakukan melalui track inspection sekaligus koordinasi lintas sektor untuk memastikan kebutuhan penyelenggaraan balapan pada 9–11 Oktober mendatang dapat dituntaskan sesuai target.
Dari sisi sirkuit, progres civil works telah mencapai 90 persen, backbone 80 persen, track painting 60 persen dan race electronic 60 persen. Sejumlah pekerjaan seperti kelistrikan, fire protection, storage circuit dan common garage telah mencapai 100 persen.
Direktur Utama MGPA Ananda Mikola mengatakan pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan kesiapan lintasan dan seluruh sistem pendukung menuju homologasi FIM Grade A yang dijadwalkan pada 8 Oktober 2026.
“Track inspection hari ini menjadi bagian dari pengecekan kesiapan lintasan menuju homologasi. Kami memastikan pekerjaan track maintenance, fasilitas keselamatan, race electronic, hingga seluruh sistem pendukung terus berjalan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Selain kondisi fisik lintasan, kesiapan operasional balap juga diperkuat melalui penyempurnaan berbagai sistem, seperti light system, lap counter, controller digital flag, video matrix wall, CCTV track, hingga perangkat komunikasi.
Ananda menegaskan kesiapan penyelenggaraan tidak hanya bergantung pada kondisi lintasan, tetapi juga seluruh sistem dan sumber daya yang mendukung operasional balap.
“Target kami bukan hanya memastikan sirkuit siap, tetapi seluruh operasional balap juga siap. Keselamatan dan pemenuhan standar penyelenggaraan menjadi prioritas utama,” katanya.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC Troy Warokka mengatakan, saat ini penyelenggaraan telah memasuki fase eksekusi sehingga seluruh pekerjaan harus berjalan dalam satu target waktu.
“Kita tidak hanya melihat kesiapan melalui laporan, tetapi juga memastikan langsung kondisi di lapangan. Setiap workstream harus bergerak dalam satu timeline, setiap kebutuhan yang masih perlu diselesaikan harus segera dituntaskan, dan setiap isu harus memiliki PIC serta target penyelesaian yang jelas,” ujarnya.
Dari sisi sumber daya balap, sebanyak 400 marshal disiapkan dan akan mengikuti pelatihan pada 5–8 Oktober 2026. Sementara itu, pergerakan logistik internasional juga telah dimulai.
Dari total 27 kontainer sea freight, sebanyak 13 kontainer telah tiba. Lima penerbangan air freight dijadwalkan tiba pada 5–6 Oktober. Kru, Dorna dan para pembalap juga mulai berdatangan pada awal Oktober.
Kesiapan juga mencakup mobilitas penonton. Sebanyak 118 shuttle disiapkan untuk pergerakan di dalam kawasan selama 9–11 Oktober, ditambah 35 shuttle dari Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung transportasi di luar kawasan.
Dari sisi keamanan, ITDC menyiapkan 170 personel security dan 550 personel crowd control. Sementara dukungan medis mencakup personel dan peralatan medis, heli medis, layanan rujukan hingga Mini ICU VIP.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan seluruh stakeholder harus bergerak bersama memastikan kesiapan penyelenggaraan, mulai dari infrastruktur, transportasi, keamanan hingga pariwisata.
“Target kita bukan hanya memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berjalan aman dan lancar, tetapi bagaimana penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat NTB,” ujarnya.
Di luar kesiapan sirkuit, koordinasi juga dilakukan untuk memastikan akomodasi dan konektivitas mampu mendukung peningkatan kunjungan selama ajang berlangsung.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, pada periode penyelenggaraan tahun ini tercatat tambahan 66 penerbangan dari dan menuju NTB. Hampir seluruh tambahan penerbangan tersebut menggunakan pesawat berbadan besar atau wide body.
Sementara itu, tingkat okupansi akomodasi di NTB juga dilaporkan telah mendekati 100 persen menjelang pelaksanaan balapan.
Dengan waktu sekitar tiga pekan menuju race week, seluruh stakeholder kini fokus menuntaskan pekerjaan yang masih tersisa. Kesiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lintasan dan race operation, logistik, transportasi, keamanan, kesehatan, hingga akomodasi dan pelayanan wisatawan.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....