Hotel di Mandalika Dukung Pencabutan Batas Bawah Harga Kamar jelang MotoGP
- 16 Sep 2026 06:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pelaku industri perhotelan di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, mendukung pencabutan aturan batas bawah harga kamar hotel yang sebelumnya diberlakukan pemerintah provinsi.
Sekretaris Mandalika Hotel Association, Rata Wijaya, menilai kebijakan tersebut sudah tidak terlalu relevan diterapkan, mengingat pasar MotoGP Mandalika kini semakin matang dan lebih terarah.
Menurut Rata, aturan batas bawah harga hotel pada awal penyelenggaraan MotoGP memang dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha. Namun, setelah beberapa kali gelaran MotoGP, pelaku usaha dan wisatawan dinilai sudah memahami karakter pasar.
“Kalau menurut kami memang sudah saatnya. Dari dulu pun aturan itu tidak begitu berpengaruh untuk mengontrol harga,” kata Rata Selasa 15 September 2026.
Ia menjelaskan, harga kamar hotel di lapangan tidak sepenuhnya dapat dikendalikan melalui aturan batas bawah. Setelah kamar dijual kepada agen perjalanan, harga yang diterapkan kepada konsumen akhir bisa berbeda dan berada di luar kendali pihak hotel.
Bahkan, menurutnya, transaksi kamar tidak hanya terjadi antara hotel dan wisatawan. Pada momentum tertentu, ada konsumen yang menjual kembali kamar yang telah mereka pesan ketika permintaan meningkat.
Kondisi tersebut membuat aturan batas bawah harga sulit mengontrol harga yang terjadi di pasar.
Rata menilai, pencabutan aturan justru memberikan ruang bagi industri perhotelan untuk menyesuaikan harga berdasarkan mekanisme pasar.
“Yang terjadi di awal-awal itu hanya fenomena pasar karena sama-sama pertama kali dan ada euforia masyarakat. Sekarang lebih fokus kepada siapa penggemar MotoGP, sehingga pasarnya sudah semakin terarah dan stabil,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi pasar pariwisata di kawasan Mandalika saat ini relatif stabil. Meski pada momentum event besar terjadi keterbatasan kamar, pertumbuhan akomodasi terus berjalan dan mulai mengimbangi permintaan.
Sementara itu, tingkat okupansi hotel di sekitar Mandalika pada September 2026 berada di kisaran 60 hingga 70 persen secara rata-rata. Angka tersebut menurun dibandingkan periode sebelumnya yang sempat berada di atas 90 persen.
Menurut Rata, peningkatan okupansi biasanya baru terasa mendekati pelaksanaan MotoGP, terutama sekitar satu hingga dua pekan sebelum event berlangsung.
“Kalau GP itu paling ramai sekitar satu-dua minggu itu saja. Di awal-awal memang belum begitu naik,” katanya.
Selain pasar wisatawan, hotel di kawasan Mandalika juga mulai mendapatkan permintaan dari segmen pemerintahan melalui berbagai kegiatan rapat dan event.
Rata menilai kondisi tersebut menunjukkan pasar pariwisata di Mandalika semakin beragam dan tidak hanya bergantung pada momentum MotoGP.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....