Tradisi Betabeq Kembali Digelar Jelang MotoGP Mandalika 2026
- 17 Sep 2026 10:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah- Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tak hanya dipersiapkan dari sisi sirkuit dan teknis balapan. Menjelang MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober mendatang, tradisi Betabeq masyarakat Sasak turut dihidupkan sebagai bagian dari persiapan sosial.
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) menggelar Betabeq di Pertamina Mandalika International Circuit, Rabu 16 September 2026 malam. Tradisi tersebut menjadi ruang untuk memohon izin dan doa restu sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat sebagai tuan rumah penyelenggaraan MotoGP.
Sekitar 200 orang menghadiri kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintah, TNI-Polri, DPRD, camat, kepala desa, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat hingga fasilitas kesehatan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Betabeq memiliki makna penting dalam tradisi masyarakat Sasak, khususnya sebagai bentuk penghormatan terhadap bumi dan air serta lingkungan tempat kegiatan dilaksanakan.
Menurutnya, tradisi tersebut perlu terus dihidupkan, terutama ketika kawasan The Mandalika menjadi lokasi kegiatan berskala internasional.
“Betabeq merupakan tradisi masyarakat Sasak yang memiliki makna penting sebagai bentuk penghormatan kepada bumi dan air, sekaligus permohonan izin serta restu kepada alam dan lingkungan tempat kegiatan dilaksanakan,” kata Iqbal.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar penyelenggaraan MotoGP dapat berlangsung aman dan tertib sekaligus memperkenalkan karakter serta budaya NTB kepada dunia.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia sekaligus Direktur Operasi ITDC Troy Warokka mengatakan keberhasilan event internasional tidak hanya bergantung pada kesiapan sirkuit dan operasional.
Menurutnya, masyarakat juga perlu menjadi bagian dari penyelenggaraan karena mereka merupakan tuan rumah bagi para pembalap, tim, dan penonton yang datang ke Mandalika.
“Ada hal yang sama pentingnya dengan aspek operasional sirkuit jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia, yaitu memastikan masyarakat sebagai tuan rumah turut menjadi bagian dari perjalanan event,” ujar Troy.
ITDC melibatkan masyarakat hingga tingkat desa dan kecamatan. Kolaborasi tersebut mencakup 20 kepala desa di Kecamatan Pujut dan 12 camat se-Lombok Tengah, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Troy mengatakan keterlibatan tersebut diarahkan untuk membangun suasana yang aman, nyaman, dan kondusif selama gelaran MotoGP.
Dalam kegiatan Betabeq, unsur budaya Sasak juga ditampilkan melalui tembang Duking Kune, doa bersama, prosesi Motong Seong, potong tumpeng, dan ramah tamah.
ITDC menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari tiga pendekatan persiapan, yakni Inform, Engage, dan Prepare. Sosialisasi dilakukan kepada pemangku kepentingan, kolaborasi diperkuat melalui pendekatan budaya, sementara masyarakat dipersiapkan untuk menyambut para tamu selama MotoGP berlangsung.
Melalui pendekatan tersebut, MotoGP Mandalika diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal NTB kepada pengunjung dari berbagai daerah dan negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....