8.000 Bikers IMI Bakal Ramaikan MotoGP Mandalika 2026
- 20 Agt 2026 14:38 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Sekitar 8.000 bikers IMI ditargetkan hadir menyaksikan MotoGP Mandalika 2026.
- Jumlah tersebut terdiri dari 2.000 bikers NTB dan 6.000 bikers dari luar NTB.
- IMI NTB juga menyiapkan Jambore IMI dan konvoi untuk menyemarakkan rangkaian MotoGP Mandalika.
RRI.CO.ID, Mataram - Sekitar 8.000 anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI) dipastikan hadir menyaksikan MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Mereka terdiri atas 2.000 bikers dari NTB dan 6.000 bikers dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua IMI NTB Taufan Ardiansyah mengatakan, kehadiran ribuan bikers tersebut merupakan bagian dari rencana IMI Pusat mengundang komunitas otomotif dari seluruh Indonesia untuk meramaikan gelaran MotoGP Mandalika. “IMI Pusat mengundang 8.000 anggota IMI, bikers-bikers seluruh Indonesia. Sekitar 2.000 kita akan plot untuk teman-teman bikers NTB, 6.000 dari bikers di luar NTB,” kata Taufan kepada RRI, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Taufan, pola mobilisasi para bikers dari luar daerah masih dibahas. Salah satu opsi yang didorong adalah menggunakan jalur laut, terutama bagi komunitas motor dari Pulau Jawa di luar Bali.
“Ketum kami, Ketum Moreno, berharap teman-teman khusus di Pulau Jawa, non-Bali, menggunakan rute kapal Surabaya-Lombok. Tapi saat ini masih dalam tahap pembicaraan,” ujarnya.
Taufan mengatakan 8.000 bikers tersebut belum menerima tiket MotoGP. Rencananya, distribusi tiket dilakukan pada September 2026. IMI NTB mengusulkan dua jalur distribusi tiket, yakni melalui IMI provinsi di seluruh Indonesia serta melalui organisasi atau wadah komunitas otomotif yang memiliki jaringan nasional.
Namun, tiket nantinya diupayakan dibagikan langsung di Lombok. Cara ini ditujukan untuk memastikan seluruh anggota yang telah ditargetkan benar-benar hadir di Mandalika.
“Kita dibebankan, ditargetkan untuk seluruhnya hadir. Kemungkinan besar pola tiket tidak kita sebar. Tiket kita bagikan di sini, di Lombok,” kata Taufan.
Menurut dia, skema tersebut juga untuk mengantisipasi tiket yang tidak digunakan atau bahkan diperjualbelikan kembali. Distribusi tiket direncanakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, saat rangkaian utama MotoGP berlangsung.
Untuk akomodasi, IMI NTB menyiapkan dua opsi. Prioritas pertama adalah memanfaatkan kapasitas penginapan di Mataram dan wilayah sekitar.
Jika kapasitas hotel dan penginapan tidak mencukupi, opsi kedua adalah menyediakan konsep camping ground di kawasan Mandalika.
“Kita usahakan maksimal dulu untuk penginapan. Setelah kapasitas yang kita dapatkan maksimal, misalnya masih kekurangan, baru kita konsep kedua, kita sinkronkan antara penginapan dan camping ground,” ujarnya.
Selain menonton MotoGP, ribuan bikers tersebut juga dijadwalkan mengikuti Jambore IMI di NTB. Agenda tersebut masih dalam tahap pembahasan.
Lokasi jambore juga belum diputuskan. Dua lokasi yang dipertimbangkan adalah kawasan eks Bandara Selaparang dan area sekitar Sirkuit Mandalika.
Jika tidak memungkinkan digelar di kawasan sirkuit, jambore akan diarahkan ke eks Bandara Selaparang. Setelah acara, para bikers direncanakan melakukan konvoi bersama menuju Sirkuit Mandalika.
“Harapan kita paling lama tanggal 9 Oktober malam Sabtu itu acara jamborenya. Sabtu dan Minggu kita fokus untuk menonton,” kata Taufan.
Kehadiran ribuan bikers dari berbagai daerah juga diharapkan memperkuat rangkaian kegiatan menjelang MotoGP Mandalika 2026. Taufan mengatakan komunitas IMI secara rutin dilibatkan dalam agenda penyambutan pembalap sebelum gelaran MotoGP di Mandalika.
“Setiap GP, setiap Mandalika wajib melibatkan IMI. Harapannya yang dari luar daerah juga bisa terlibat,” ujarnya.
Menurut Taufan, para pembalap biasanya mulai hadir beberapa hari sebelum balapan. Karena itu, IMI NTB membuka peluang agar para bikers dari luar daerah tiba lebih awal sehingga dapat ikut dalam berbagai kegiatan pendukung MotoGP.
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026. Kehadiran sekitar 8.000 anggota IMI diharapkan ikut meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal selama ajang balap motor dunia tersebut berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....