Ukir Sejarah Baru Balap Ketahanan, Pertamina 6 Hours Endurance Digelar di Mandalika

  • 31 Jan 2026 14:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah: Pertamina 6 Hours Endurance resmi digelar untuk pertama kalinya di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah. Kehadiran balap endurance ini menandai babak baru pengembangan Mandalika, setelah sebelumnya ajang serupa hanya pernah berlangsung di Indonesia tepatnya di Sirkuit Sentul, Jawa Barat.

Sebanyak 29 pembalap Indonesia yang tergabung dalam sembilan tim ambil bagian dalam kompetisi yang menguji lebih dari sekadar kecepatan. Para peserta berlaga di beberapa kelas, di antaranya ITCR 1500 dan ITCR 1200, dengan format balapan berdurasi enam jam penuh tanpa henti.

Berbeda dengan balapan sprint, Pertamina 6 Hours Endurance menghadirkan tantangan unik. Setiap mobil dikendarai oleh satu hingga tiga pembalap yang harus bergantian mengemudi sepanjang perlombaan. Pola pergantian pembalap, waktu masuk pit, hingga strategi menjaga performa kendaraan menjadi faktor krusial yang menentukan hasil akhir.

Balap endurance ini menuntut kerja sama tim yang solid. Selain kecepatan di lintasan, tim dituntut cermat dalam menyusun strategi, mulai dari manajemen bahan bakar, penggantian ban, hingga menjaga kondisi mesin tetap prima selama enam jam lomba. Ketahanan fisik dan mental pembalap, mekanik, serta seluruh kru menjadi ujian nyata dalam ajang ini.

Pgs Vice President Business Development MGPA, Rully Habibie, menjelaskan bahwa seluruh kendaraan yang digunakan dalam Pertamina 6 Hours Endurance merupakan mobil milik tim peserta yang dibawa langsung ke Mandalika, lengkap dengan peralatan teknis dan supporting team masing-masing.

“Semua tim datang dengan persiapan penuh. Mobil, peralatan, hingga kru dibawa langsung ke Mandalika. Ini menunjukkan keseriusan peserta dalam mengikuti balap endurance perdana di sirkuit ini,” ujar Rully Sabtu 31 Januari 2026.

Ia menambahkan, sesi latihan yang digelar hari ini Sabtu (31/1), menjadi momen penting bagi para pembalap dan tim untuk melakukan penyesuaian. Mengingat ini merupakan kali pertama balap endurance digelar di Mandalika, hari pertama dimanfaatkan sebagai ajang practice sekaligus trial error.

“Hari ini mereka belajar banyak hal. Mulai dari menentukan timing pergantian pembalap, menghitung waktu pit stop, durasi penggantian ban, hingga membaca berbagai kondisi di lintasan. Semua itu menjadi bahan evaluasi penting sebelum race utama,” jelasnya.

Selain itu, sesi latihan ini menjadi fondasi untuk mematangkan strategi menghadapi balapan sesungguhnya yang dijadwalkan berlangsung pada hari kedua, Minggu, 1 Februari 2026.

Lebih jauh, Rully menegaskan bahwa balap endurance enam jam bukan hanya soal siapa yang paling cepat. Konsistensi menjadi kunci utama untuk bertahan hingga garis finis.

“Di endurance, kecepatan saja tidak cukup. Yang diuji adalah konsistensi pembalap, kecermatan strategi tim, manajemen kendaraan, serta ketahanan fisik dan mental seluruh kru selama enam jam penuh,” katanya.

Terkait kondisi lintasan, Rully memastikan tidak ada keluhan berarti dari para pembalap. Sebagian besar peserta sebelumnya telah mengenal karakter Sirkuit Mandalika melalui berbagai event balap yang pernah digelar.

“Tidak ada masalah dengan lintasan. Adaptasi lebih kepada pengaturan waktu dan strategi. Di balap endurance, manajemen waktu jauh lebih ketat dibandingkan balapan lain yang durasinya lebih singkat dan fleksibel,” ungkapnya.

Rully menilai kehadiran Pertamina 6 Hours Endurance di Mandalika memiliki nilai strategis dan istimewa. Selain memperkaya kalender event balap nasional, ajang ini diharapkan menjadi pintu masuk berkembangnya balap ketahanan di Indonesia, khususnya di Mandalika.

“Ini momen pertama dan sangat spesial. Harapannya ke depan semakin banyak pembalap dan tim yang ikut ambil bagian, tidak lagi sekadar wait and see.,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....