Penerapan Regulasi FIM di MRS 2026 Direspons Positif oleh Pembalap

  • 20 Jun 2026 16:31 WIB
  •  Mataram

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Perubahan regulasi yang mulai diterapkan pada Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran kedua mendapat sambutan positif dari para pembalap. Penyesuaian aturan yang mengacu pada standar Federasi Balap Motor Dunia (FIM) dinilai menjadi langkah penting dalam mempersiapkan talenta nasional menghadapi persaingan di level internasional.

Ketua Pelaksana Mandalika Racing Series 2026, Arif Syahbani, mengatakan para peserta memahami bahwa penerapan regulasi baru bukan sekadar pengetatan aturan, melainkan bagian dari proses pembinaan pembalap menuju ajang balap dunia.

“Respons pembalap cukup baik. Mereka sudah memahami karena balapan ini digelar di sirkuit internasional dan banyak juga yang akan tampil di kejuaraan internasional seperti Asia Road Racing Championship (ARRC). Jadi aturan ini menjadi bagian dari latihan mereka,” ujarnya Sabtu 20 Juni 2026.

Pada putaran kedua ini, sejumlah aturan baru mulai diterapkan. Salah satunya adalah pemberian sanksi double long lap penalty bagi pembalap yang melakukan jump start. Selain itu, pembalap yang mengalami kerusakan motor saat sesi kualifikasi diwajibkan melapor kepada race direction dan harus memulai balapan dari pit lane.

Menurut Arif, penyesuaian regulasi dilakukan secara bertahap agar para pembalap dan tim dapat beradaptasi dengan standar yang lazim digunakan dalam kejuaraan internasional.

Tidak hanya soal aturan teknis di lintasan, penyelenggara juga mulai memperkenalkan standar etika dan disiplin yang berlaku di paddock maupun area sirkuit. Salah satunya melalui penerapan larangan merokok di area pit yang selama ini menjadi perhatian dalam berbagai kejuaraan internasional.

“Hal-hal kecil seperti ini penting. Kami ingin membentuk attitude pembalap sejak dini agar ketika mereka tampil di luar negeri sudah terbiasa dengan budaya dan aturan yang berlaku di ajang internasional,” ujarnya.

Sebelum balapan dimulai, seluruh peserta mengikuti riders briefing dan track walk untuk memahami karakter lintasan sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai regulasi baru yang diterapkan musim ini. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara meningkatkan pemahaman pembalap terhadap aspek teknis maupun keselamatan balap.

"Mandalika Racing Series diharapkan mampu melahirkan generasi baru pembalap nasional yang siap mengikuti jejak Veda Ega Pratama, Ramadhipa, Arai Agaska, hingga Felix yang kini mulai menunjukkan kiprah di pentas internasional," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menilai Mandalika Racing Series terus berkembang sebagai wadah pembinaan sekaligus arena kompetisi bagi pembalap nasional yang ingin menembus level lebih tinggi.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta yang mengikuti putaran kedua menunjukkan antusiasme pembalap Indonesia untuk terus berkembang dan menguji kemampuan mereka di sirkuit berstandar internasional.

“Kami berharap Mandalika Racing Series terus menjadi tempat lahirnya pembalap-pembalap muda berbakat yang nantinya mampu bersaing di kejuaraan internasional,” ujar Ananda.

Antusiasme tersebut terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 106 starter pada putaran kedua. Mereka terbagi dalam enam kelas yang dipertandingkan, terdiri dari empat kelas Kejurnas dan dua kelas pendukung.

Kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) menjadi kategori dengan peserta terbanyak, yakni 32 starter. Disusul National Sport 250 (NS250) dengan 28 pembalap, National Sport 150 (NS150) sebanyak 16 pembalap, Junior Sport 250 U-18 sebanyak 14 pembalap, Underbone 150 dengan 11 pembalap, serta Supersport 600 (SS600) yang diikuti lima pembalap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....