Menjadi Cabor Unggulan, Shorinji Kempo Semakin Diminati Masyarakat NTB
- 17 Sep 2026 16:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Cabang olahraga Shorinji Kempo semakin menarik perhatian masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tidak hanya diminati kalangan anak-anak dan generasi muda, olahraga bela diri ini juga digemari para orang tua.
Pelatih Shorinji Kempo sekaligus Pembina Dojo Brajamusti Mataram, Roli Apriyansyah, mengatakan ketertarikan masyarakat terhadap Shorinji Kempo terus berkembang. Menurutnya, banyak orang tua yang awalnya hanya mengantarkan anaknya berlatih, kemudian ikut tertarik untuk mencoba.
“Shorinji Kempo memang berdiri di atas disiplin bela diri. Tapi di luar itu, fokusnya bukan hanya tentang penempaan fisik saja, tetapi lebih kepada mental dan karakter,” ujar Roli Kamis, 17 September 2026.
Ia menjelaskan, Shorinji Kempo memiliki teknik bela diri yang cukup lengkap. Di dalam latihan terdapat berbagai teknik, mulai dari pukulan, tendangan, tangkisan, kuncian hingga bantingan.
Kelengkapan teknik tersebut menjadi salah satu alasan Shorinji Kempo diminati masyarakat. Selain melatih kemampuan fisik, olahraga ini juga menekankan kedisiplinan dan pembentukan karakter.
Roli menambahkan, Shorinji Kempo saat ini juga menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di NTB. Kondisi tersebut turut mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan mengikuti olahraga bela diri tersebut.
“Shorinji Kempo tidak hanya untuk kalangan muda atau mungkin anak-anak, tetapi juga para orang tua. Oleh karena itu, saat ini banyak masyarakat yang tertarik melihat anak-anaknya berlatih, ya bapak ibunya juga pun mulai ikut berlatih,” katanya.
Selain itu, Roli juga menceritakan terkait Dojo Shorinji Kempo yang ia bina saat ini. Ia mengatakan dojo yang berdiri pada akhir 2026 tersebut saat ini masih fokus pada pembinaan kenshi usia dini.
Saat ini terdapat lebih dari 20 orang yang bergabung. Namun, baru sembilan kenshi yang telah memiliki nomor induk kenshi yang diterbitkan Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi).
Dari sisi usia, mayoritas kenshi berada pada rentang 7 hingga 10 tahun. Selain itu, terdapat pula beberapa kenshi remaja berusia 13 dan 15 tahun. Roli menyebut, para kenshi tersebut masih berada pada tahap pembinaan awal atau embrio, sehingga belum diarahkan sebagai calon atlet dalam waktu dekat.
| Baca juga: Kempo Loteng Raih 22 Medali Porprov NTB 2026 |
"Dojo Brajamusti Mataram sendiri mulai dari 7 sampai 10 tahun, walaupun ada beberapa di usia remaja 13 dan 15 tahun. Tapi pada prinsipnya sejauh ini Dojo Brajamusti Mataram sendiri sementara masih fokus dalam pembinaan embrio ya, kita sebut embrio, karena kalau disebut calon atlet masih terlalu jauh juga," ucap Roli.
Ke depan, Dojo Brajamusti Mataram diharapkan dapat berkembang dan ikut mendukung semangat Pemerintah Provinsi NTB, khususnya dalam pengembangan sport tourism yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Roli juga mengungkapkan rencana mengusulkan nomor Embu Family dalam sejumlah kejuaraan. Nomor tersebut akan melibatkan anggota keluarga, seperti ayah, ibu, dan anak, dalam kategori Embu Beregu maupun Embu Berpasangan.
Menurutnya, konsep tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai kekeluargaan dalam olahraga Shorinji Kempo, sekaligus menjadikan semangat kebersamaan bukan sekadar jargon, tetapi diterapkan langsung di lingkungan keluarga.
Menatap prestasi atlet Shorinji Kempo NTB di panggung nasional, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, Roli optimistis dapat dipertahankan. Optimisme tersebut didukung oleh keberadaan atlet berpengalaman serta munculnya sejumlah atlet muda yang dinilai memiliki potensi.
Ia mengatakan peluang NTB untuk kembali meraih prestasi tetap terbuka. Sejumlah atlet yang sebelumnya menyumbangkan medali emas pada PON Aceh-Sumut 2024 juga masih berpeluang tampil pada ajang berikutnya.
Selain mempertahankan atlet berpengalaman, NTB juga memiliki sejumlah atlet debutan yang mulai menunjukkan kemampuan melalui berbagai kejuaraan, baik tingkat daerah maupun single event dan multi-event.
“Pada prinsipnya tentu kita sangat optimistis untuk mempertahankan gelar juara umum. Karena bagaimanapun, bagian tersulit itu adalah mempertahankan,” ujar Roli yang juga merupakan pengurus Perkemi NTB dimasanya.
Menurutnya, keberadaan atlet lama dan munculnya talenta baru menjadi modal penting bagi Shorinji Kempo NTB dalam menghadapi PON 2028. Pembinaan dan pengalaman bertanding akan terus menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi prestasi.
Roli menilai NTB masih memiliki sumber daya atlet yang cukup mumpuni untuk bersaing. Karena itu, persiapan sejak dini dinilai penting agar para atlet dapat tampil maksimal dan kembali membawa prestasi bagi NTB pada PON 2028.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....