Gubernur Iqbal Bakal Panggil Pengurus KONI NTB buntut Keributan Porprov 2026
- 25 Jul 2026 20:23 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Kota Mataram berhasil menyabet juara umum dengan menorehkan 200 medali emas.
- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal berencana memanggil jajaran pengurus KONI NTB untuk dilakukan evaluasi Porprov 2026.
- NTB bisa jadi penyelenggara PON terbaik tahun 2028.
- Mori menyesalkan dari 6.000 lebih pertandingan selama Porprov NTB bergulir ini seolah-olah gagal karena keributa di tiga cabor
RRI.CO.ID, Mataram - Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 rersmi ditutup. Kota Mataram berhasil menyabet juara umum dengan menorehkan 200 medali emas. Namun, maraknya keributan di beberapa cabang olahraga (cabor) memantik respons tegas dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal berencana memanggil jajaran pengurus KONI NTB untuk dilakukan evaluasi imbas keributan di beberapa pertandingan cabor selama Porprov NTB bergulir sejak 16 Juli 2026 kemarin.
"Ya besok, Selasa kita akan lakukan evaluasi. Bahwa ada kekurangan dalam penyelenggaraan di sana-sini, itu tanggung jawab kita bersama. Ini menjadi bahan perbaikan agar penyelenggaraan PON 2028 bisa sebaik mungkin," ujar Iqbal usai menutup secara resmi Porprov XII NTB 2026 di GOR Turida Mataram, Sabtu 25 Juli 2026.
Iqbal mengatakan evaluasi ini dilaukan guna mencri akar masalah di balik carut-marut penyelenggaraan ajang empat tahunan tersebut. Evaluasi juga bakal dilakukan untuk mencegah kekacauan serupa terulang saat NTB menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Iqbal tidak menampik, sederet dinamika negatif di lapangan menjadi alarm keras bagi kesiapan NTB di ajang PON. Menurut dia, ajang Porprov seharusnya menjadi ajang simulasi vital untuk menguji kapasitas NTB sebagai tuan rumah event nasional sekelas PON bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Tapi, insya Allah kita bisa menjadi penyelenggara yang terbaik. Kita harus mempersiapkan diri, baik fisik, infrastruktur, kualitas penyelenggaraan, maupun atlet-atletnya," kata Iqbal.
Tidak hanya evaluasi teknis dan mentalitas pertandingan, infrastruktur pendukung pun ikut disorot. Iqbal mengungkapkan bahwa mayoritas fasilitas olahraga yang ada termasuk GOR Turida Mataram saat ini belum memenuhi standar layak untuk ajang nasional.
"Jadi gini, pusat sudah berkomitmen memberikan bantuan renovasi," ujarnya.
Iqbal juga memastikan Pengurus Besar (PB) yang mengurus PON NTB 2028 akan segera dibentuk dalam waktu dekat.
"Segera ya kita bentuk dalam waktu dekat, pasti dalam sebulan dua bulan ini pasti akan harus kita siapkan," ujarnya
Meski begitu, Eks Dubes Indonesia untuk Turki itu meyakini NTB bisa jadi penyelenggara PON terbaik tahun 2028. Karena, beberapa orang luar NTB melihat optimis NTB bisa menjadi tuan rumah PON yang baik.
"Jadi baik buruk ini adalah hasil kerja kita bersama. Dan sudah saatnya untuk kita belajar melengkapi kekurangan. Kami ingatkan pengurus koni pusat kabupaten kota fokus persiapan PON 2028," tegas Iqbal.
Terpisah, Ketua KONI NTB Mori Hanafi mencoba mendinginkan suasana terkait banyaknya keributan pertandingan yang sempat viral di media sosial pada ajang Porprov 2026 ini. Ia menilai publik tidak bisa memukul rata bahwa ajang ini gagal total hanya karena beberapa insiden kericuhan.
Mori mengklaim dari lebih dari 6.000 pertandingan yang digelar, gejolak serius hanya terjadi di tiga sampai empat laga cabang olahraga seperti silat, drum band, voli pantai, dan BMX.
"Dari 6.000 lebih pertandingan, yang bermasalah hanya tiga cabor bermasalah. Masa gara-gara tiga pertandingan kita bilang semuanya rusak? Itu tidak fair," tangkis Mori.
Mori menyesalkan dari 6.000 lebih pertandingan selama Porprov NTB bergulir ini seolah-olah gagal karena keributa di tiga cabor BMX, drum band, voli dan ditambah lagi aksi lempar kursi pada pertandingan cabor silat yang menuai kritik keras dari netizen.
"Pengurus cabor silat itu sudah mengakui kealpaan mereka, kemudian di BMX itu kan senggolan antara rangking 4 dan 5 itu ribut. Jadi masak 6.000 pertandingan yang ribut 3 kita dibilang gagal. Itu kan 0,0 sekian," bantah Mori.
Meski demikian, Mori tak menampik, adanya kelemahan di sektor pelayanan dasar atlet terkait mobilitas atlet antar-venue.
"Selama ini tidak ada kelemahan di medis, di pertandingan, itu di transportasi sempat masalah tapi terurai. Jangan sampai ini dimainkan. Jadi kita tidak bisa terima framing ini," kata Mori.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....