Pemilihan Ketua KONI Tak Ganggu Persiapan PON 2028

  • 21 Agt 2026 14:22 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemprov NTB memastikan pemilihan Ketua KONI NTB tidak mengganggu persiapan PON 2028 yang terus berjalan.
  • Pemerintah fokus menyiapkan PB PON dan memperbaiki venue yang sudah ada untuk mendukung pelaksanaan pertandingan.

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan proses pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB periode 2026-2030 tidak mengganggu persiapan daerah menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB Syamsul Hadi mengatakan persiapan PON tetap berjalan meski KONI NTB tengah menghadapi dinamika pergantian kepengurusan.

“Tidak, tidak. PON masih dua tahun lagi,” kata Syamsul kepada RRI, Jumat 21 Agustus 2026.

Menurut Syamsul, pemilihan Ketua KONI merupakan agenda internal organisasi yang memiliki mekanisme tersendiri. Sementara pemerintah daerah tetap menjalankan persiapan PON bersama pemerintah pusat dan pihak terkait.

Salah satu tahapan yang kini disiapkan adalah pembentukan Panitia Besar PON atau PB PON. Pemprov NTB masih menunggu arahan pemerintah pusat, terutama Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Komunikasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan setelah NTB ditetapkan sebagai salah satu tuan rumah PON 2028 bersama Nusa Tenggara Timur dan DKI Jakarta.

Dalam persiapan penyelenggaraan, Pemprov NTB juga mulai memetakan venue yang akan digunakan. Pemerintah tidak berencana membangun fasilitas olahraga baru dan memilih mengoptimalkan venue yang sudah tersedia.

GOR 17 Desember Mataram menjadi salah satu fasilitas yang mendapat perhatian. Venue tersebut diproyeksikan menjadi lokasi sejumlah pertandingan, termasuk cabang olahraga atletik.

“Venue itu kita konsentrasikan di GOR 17 Desember untuk musim atletik dan yang lainnya,” ujar Syamsul.

Selain venue, pemerintah masih mematangkan pembagian cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Saat ini terdapat sekitar 31 cabang olahraga yang masuk dalam pembahasan, tetapi jumlah tersebut belum final.

Syamsul mengatakan penentuan cabang olahraga tidak hanya mempertimbangkan kondisi venue. Faktor akomodasi, transportasi, serta kelancaran mobilitas atlet dan ofisial juga menjadi pertimbangan.

“Cabor yang akan pasti dipertandingkan di NTT itu adalah yang memiliki venue yang baik kondisinya, yang tidak menghambat pelaksanaan,” katanya.

Pembagian cabang olahraga antara NTB dan NTT nantinya akan disesuaikan dengan kesiapan fasilitas di masing-masing daerah.

Sebelumnya, di tengah persiapan PON, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya meminta seluruh pihak menjaga suasana tetap kondusif menjelang pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026-2030.

Iqbal mengatakan tingginya antusiasme terhadap pemilihan Ketua KONI merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan olahraga NTB. Namun, ia meminta dinamika tersebut tidak berkembang menjadi konflik.

“Tidak ada yang perlu diperdebatkan, tidak ada yang perlu membuat kita harus naik tensi. Kita jalani ini dengan kalem, kita jalani ini dengan tenang,” kata Iqbal.

Menurut dia, suasana yang kondusif penting karena NTB menghadapi tanggung jawab besar sebagai salah satu tuan rumah PON 2028. Iqbal menilai keberhasilan PON tidak hanya ditentukan oleh kesiapan venue dan atlet, tetapi juga kekompakan seluruh elemen olahraga.

“Kita ingin memasuki persiapan PON 2028 dengan suasana hati yang senang, damai, karena kita punya beban moral yang sangat berat untuk memastikan PON 2028 berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Pemprov NTB memastikan komunikasi dan persiapan teknis PON tetap berjalan. Dengan waktu sekitar dua tahun sebelum pelaksanaan, pemerintah menilai seluruh tahapan perlu dikerjakan tanpa terpengaruh dinamika organisasi KONI NTB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....