Menyongsong PON 2028, KONI NTB Mulai Petakan Kekuatan Cabor
- 05 Agt 2026 11:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – KONI Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memetakan kekuatan seluruh cabang olahraga (cabor) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Pemetaan dilakukan terhadap cabor yang akan bertanding di NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT), maupun DKI Jakarta.
Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, mengatakan pada rapat konsolidasi dengan seluruh pengurus cabang olahraga (Cabor) PON beberapa waktu lalu menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan atlet sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan administrasi sejak dini.
"Kita mengumpulkan seluruh cabor yang akan tampil di PON, baik yang bertanding di NTB, NTT, maupun DKI. Konsolidasi ini penting agar semua persiapan bisa dilakukan lebih awal," ujar Mori Senin, 3 Agustus 2026.
Salah satu perhatian utama dalam rapat konsolidasi tersebut yaitu penyelesaian proses mutasi atlet. Menurutnya, masih ada sejumlah atlet yang sedang mengurus perpindahan dari daerah lain untuk memperkuat NTB pada PON 2028.
Ia mengingatkan seluruh pengurus cabang olahraga agar seluruh persyaratan administrasi mutasi diselesaikan paling lambat akhir Agustus 2026. Batas waktu tersebut harus dipenuhi karena aturan mengharuskan proses mutasi telah rampung minimal dua tahun sebelum pelaksanaan PON.
"Kalau PON 2028 digelar sekitar September atau Oktober, maka proses mutasi atlet harus selesai paling lambat akhir bulan Agustus ini," katanya.
Selain mutasi, KONI NTB juga meminta setiap cabang olahraga segera melengkapi dan memperbarui data atlet. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pembinaan menuju PON dapat dilakukan secara lebih terarah.
Di sisi lain, Mori menegaskan KONI NTB mulai menyusun peta kekuatan cabang olahraga berdasarkan potensi perolehan medali. Pemetaan ini akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembinaan selama masa persiapan menuju pesta olahraga nasional tersebut.
Menurutnya, cabang olahraga yang memiliki peluang besar menyumbang medali akan mendapat perhatian lebih agar target prestasi NTB sebagai tuan rumah dapat tercapai.
Sebaliknya, cabang olahraga yang dinilai tidak memiliki peluang kompetitif akan dievaluasi secara objektif. Bahkan, tidak menutup kemungkinan cabang tersebut tidak akan diikutsertakan pada PON 2028 meski NTB berstatus sebagai salah satu tuan rumah.
"Kita ingin memastikan sejak sekarang cabang olahraga mana yang benar-benar berpeluang meraih medali. Yang potensinya besar tentu akan menjadi prioritas pembinaan. Sementara cabor yang tidak memiliki peluang akan kita evaluasi, bahkan bisa saja tidak kita ikutkan meskipun kita menjadi tuan rumah," kata Mori.
Melalui pemetaan sejak dini, KONI NTB berharap pembinaan atlet menjadi lebih efektif, anggaran lebih tepat sasaran, dan target prestasi pada PON 2028 dapat dicapai secara maksimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....