Porprov XII NTB Sukses Digelar, Keterlibatan Sponsor Diapresiasi

  • 28 Jul 2026 11:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 sukses digelar. Ajang olahraga paling bergengsi di tingkat provinsi NTB tersebut tidak hanya melahirkan sejarah baru bagi kontingen dari 10 kabupaten/kota di NTB, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan atlet serta menggerakkan perekonomian daerah.

Porprov XII NTB secara resmi dibuka pada Kamis, 16 Juli 2026, dengan mempertandingkan 51 cabang olahraga (cabor). Ribuan atlet dari seluruh penjuru NTB ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi ajang evaluasi sekaligus pencarian bibit-bibit atlet potensial menuju level nasional.

Pada penyelenggaraan Porprov XII, KONI NTB mengusung konsep Porprov sebagai miniatur Pekan Olahraga Nasional (PON). Konsep tersebut menjadi bagian dari persiapan NTB sebagai tuan rumah PON 2028 dengan menyebarkan arena pertandingan di enam kabupaten/kota, sehingga penyelenggaraan event olahraga berskala nasional nantinya dapat berlangsung lebih matang dan terorganisasi.

Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan, keberhasilan Porprov XII tidak hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan, tetapi juga dari lahirnya atlet-atlet baru yang memiliki potensi untuk memperkuat NTB pada PON 2028.

“Kita berharap muncul atlet-atlet baru yang potensi dan bisa meraih medali pada PON nanti lewat Porprov ini. Karena selama ini kan atlet-atlet yang mendulang medali ini kan atlet-atlet yang katakanlah memang sudah punya jam terbangnya tinggi,” ujar Mori, Kamis, 16 Juli 2026.

Selain menjadi wadah pembinaan atlet, Porprov XII NTB juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Mori menyebut perputaran uang selama penyelenggaraan Porprov 2026 diperkirakan melampaui Rp100 miliar.

Besarnya dampak ekonomi tersebut didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat serta banyaknya peserta, ofisial, dan tamu yang hadir selama pelaksanaan ajang olahraga terbesar di NTB tersebut.

"Kalau dilihat dari 51 cabor dan antusias masyarakat sebelum pembukaan, kami meyakini bahwa akumulasi penonton ini bisa di atas 150.000 orang. Kalau dilihat dari antusiasnya ya,” katanya.

Mori menjelaskan, nilai tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan Porprov 2023 yang mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp50 miliar.

"Kalau dalam Porprov tahun 2023 itu kita hitung 50 miliar, maka pada tahun ini minimal dampak perputaran ekonomi itu minimal 100 miliar," ucapnya.

Menurutnya, besarnya perputaran ekonomi tidak hanya berasal dari belanja atlet dan ofisial, tetapi juga dari para tamu yang datang dari berbagai daerah hingga tingkat nasional.

Pada gelaran Porprov kali ini, Mori juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Porprov XII NTB, khususnya para sponsor yang berkontribusi terhadap pembinaan atlet dan kemajuan olahraga di Bumi Gora.

“Terhadap sponsor, kami ucapkan sekali lagi terima kasih kepada PT Aman Mineral, kepada PT Bank NTB, kepada Perum DAMRI, kepada PT ASDP, kepada PT Angkasa Pura, dan pribadi-pribadi yang begitu banyak menyumbang baik dalam bentuk jaket, kaus, maupun atribut-atribut lain. Semoga semua sumbangan Bapak dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya pada pengembangan olahraga di Nusa Tenggara Barat,” ucap Mori saat penutupan Porprov XII NTB.

Sementara itu, akademisi Universitas Mataram (Unram), Dr. Prayogi Dwina Angga, menilai keterlibatan dunia usaha dalam penyelenggaraan Porprov XII NTB 2026 perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan olahraga di NTB, bukan sekadar dukungan pendanaan terhadap penyelenggaraan kompetisi.

Menurutnya, kehadiran perusahaan seperti PT AMMAN bersama berbagai entitas bisnis lainnya memiliki nilai strategis dalam memperkuat ekosistem olahraga daerah melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi olahraga.

“Kalau menurut saya, kehadiran perusahaan seperti PT. Amman dan berbagai dukungan dari perusahaan entitas bisnis lainnya ini bukan hanya sebagai sponsor, ya. Tapi juga menjadi bentuk katalisator utama untuk mendukung ekosistem keolahragaan di daerah. Jadi, jika konteksnya di Pekan Olahraga Provinsi, dukungan sektor swasta ini sangat memberikan signifikansi strategis, terutama untuk mendukung keolahragaan di daerah,” ujar Prayogi.

Prayogi berharap sinergi tersebut mampu melahirkan model pembinaan atlet yang berkelanjutan. Atlet-atlet potensial yang lahir melalui Porprov diharapkan memperoleh pendampingan secara konsisten melalui program pemusatan latihan serta kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028.

Dosen Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Universitas Mataram itu juga optimistis keterlibatan sektor swasta akan memberikan dampak berganda. Selain mendorong peningkatan prestasi olahraga, kolaborasi tersebut diyakini mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan event olahraga yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Dengan keberhasilan penyelenggaraan Porprov XII NTB 2026, NTB tidak hanya menunjukkan kapasitasnya dalam menggelar ajang olahraga berskala besar, tetapi juga mempertegas kesiapan daerah sebagai tuan rumah PON 2028.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga yang maju dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....