Prabowo Optimis Indonesia menuju Lumbung Pangan Dunia

  • 10 Jul 2026 18:03 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan termasuk Bendungan Meninting di Lombok Barat pada 10 Juli 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.
  • Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam sektor pangan dengan mulai mengekspor komoditas dan menjalin kerja sama dengan negara-negara seperti Australia, Brasil, Filipina, dan India.
  • Pemerintah berkomitmen melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
  • Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt sebagai bagian dari agenda pembangunan infrastruktur strategis nasional.

‎RRI.CO.ID, Lombok Barat – Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia seiring meningkatnya produksi pangan nasional dan pembangunan infrastruktur pendukung. Optimisme itu disampaikan saat meresmikan lima bendungan di berbagai daerah dari Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 10 Juli 2026.

‎Prabowo mengatakan pembangunan bendungan merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurut dia, setiap anggaran negara yang digunakan untuk membangun infrastruktur harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani.

‎"Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia. Saya yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia," kata Prabowo.

‎Ia meminta seluruh bendungan yang telah dibangun dikelola secara profesional agar pasokan air benar-benar sampai ke lahan pertanian. Menurut Prabowo, keberhasilan pembangunan bendungan tidak hanya diukur dari fisiknya, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan produktivitas pertanian.

‎"Pastikan air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," ujarnya.

‎Prabowo menilai sektor pangan Indonesia mulai menunjukkan perubahan. Jika sebelumnya bergantung pada impor, kini Indonesia mulai mengekspor sejumlah komoditas pangan. Bahkan, kata dia, sejumlah negara meminta Indonesia memasok kebutuhan pupuk dan produk pertanian.

‎Ia menyebut Australia, Brasil, Filipina, dan India sebagai negara yang mulai menjalin kerja sama dengan Indonesia di sektor pangan. Menurut Prabowo, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia sedang memperkuat posisinya sebagai negara produsen pangan.

‎Selain membahas ketahanan pangan, Prabowo menegaskan pemerintah akan melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program itu dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

‎Presiden meminta seluruh kepala daerah, aparat pemerintah, hingga aparat keamanan ikut mengawasi pelaksanaan MBG agar anggaran yang disiapkan benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan. Ia membuka ruang bagi gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa untuk memeriksa pelaksanaan program di lapangan dan melaporkan jika ditemukan penyimpangan.

‎Di akhir sambutannya, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus membangun infrastruktur strategis untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan kesejahteraan masyarakat. Selain bendungan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.

‎"Orang-orang nanti akan lihat Indonesia yang bangkit itu bagaimana. Kita akan buktikan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang hebat," kata Prabowo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....