Warga dan Petani NTB Senang Prabowo Resmikan Bendungan Meninting

  • 10 Jul 2026 18:50 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat yang disambut antusias oleh warga dan petani lokal.
  • Bendungan Meninting mengatasi persoalan kekurangan air irigasi dan memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.
  • Selain manfaat pertanian, Bendungan Meninting membuka peluang ekonomi baru melalui pariwisata dan aktivitas seperti memancing yang mendorong perekonomian masyarakat sekitar.
  • Presiden juga meresmikan empat bendungan lainnya di Aceh, Jawa Tengah, dan Bali sebagai bagian dari penguatan infrastruktur sumber daya air untuk ketahanan pangan nasional.

‎RRI.CO.ID, Lombok Barat – Peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, oleh Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga dan petani. Mereka menilai bendungan tersebut membawa perubahan nyata, terutama dalam menjamin ketersediaan air irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, hingga membuka peluang ekonomi baru.

‎Sejak pagi, masyarakat dari berbagai desa memadati kawasan bendungan untuk menyaksikan langsung peresmian yang juga mencakup empat bendungan lain di Aceh, Jawa Tengah, dan Bali. Warga menyambut kedatangan Presiden dengan lambaian tangan dan sorak-sorai.

‎Petani asal Desa Penimbung, Husnul Hakim, mengatakan Bendungan Meninting mengakhiri persoalan kekurangan air yang selama bertahun-tahun dialami petani. Sebelum bendungan beroperasi, petani harus bergantian mencari air pada malam hingga dini hari.

‎"Setelah ada Bendungan Meninting, kami tidak lagi mencari air. Tinggal menunggu di sawah, air sudah mengalir," kata Husnul, Jum'at 10 Juli 2026.

‎Hal senada disampaikan Rusni, petani dari Desa Gegerung. Menurut dia, keberadaan bendungan mengurangi konflik perebutan air antarpetani yang selama ini kerap terjadi saat musim kemarau.

‎"Dulu banyak persoalan karena petani berebut air. Sekarang kami berharap kondisi itu tidak terjadi lagi sehingga bertani lebih lancar," ujarnya.

‎Manfaat lain dirasakan I Gede Darma Putra, petani asal Desa Penimbung Barat. Ia mengatakan ketersediaan air dari bendungan memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.

‎"Kalau dulu hanya dua kali tanam karena terkendala air saat kemarau. Sekarang bisa tiga kali setahun. Bendungan ini juga membantu mengurangi dampak banjir saat musim hujan dan menjadi cadangan air saat kemarau," katanya.

‎Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Meninting mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Warga Desa Bukittinggi, Hadiah, mengatakan kawasan bendungan kini menjadi tujuan warga dan wisatawan yang membuka peluang usaha bagi masyarakat.

‎"Selain dimanfaatkan untuk memancing, kehadiran pengunjung juga membuat perekonomian warga mulai bergerak dibanding sebelumnya," ujarnya.

‎Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo meresmikan empat bendungan lainnya, yaitu Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali. Pemerintah menilai keberadaan bendungan-bendungan tersebut menjadi bagian dari penguatan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....