Wow! Presiden Prabowo Subianto Sumbang 11 Sapi Kurban untuk NTB

  • 28 Apr 2026 14:37 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto Sumbang 11 Sapi Kurban untuk NTB
  • Hewan Kurban
  • berat hewan kurban presiden prabowo

RRI.CO.ID, Mataram - Presiden RI, Prabowo Subianto, menyumbangkan sebelas ekor sapi kurban untuk masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan tersebut akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota, masing-masing satu ekor, serta satu ekor tambahan untuk pemerintah provinsi.

“Sesuai dengan kabupaten, masing-masing kabupaten satu, kemudian provinsi satu. Jadi kita di NTB dapat sebelas ekor sapi kurban,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi, kepada RRI, Selasa, 28 April 2026.

Riadi menjelaskan, proses seleksi dilakukan berjenjang. Setiap kabupaten/kota mengusulkan tiga calon sapi, lalu tim provinsi menetapkan satu ekor terbaik berdasarkan kesehatan dan bobot. “Sudah kami nilai dan final. Tinggal diusulkan untuk penetapan,” ujarnya.

Menurutnya, penetapan resmi tinggal menunggu pengesahan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Dari hasil seleksi sementara, sapi dengan bobot terbesar berasal dari Kabupaten Lombok Utara, mencapai 1,007 ton. “Paling berat itu dari Lombok Utara, sekitar satu ton lebih,” kata Riadi.

Sapi kurban bantuan Presiden untuk jatah Pemprov NTB nantinya akan disalurkan pada salah satu masjid di Kabupaten Bima. Hal itu sesuai dengan arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Karena sapi yang punya bibit paling berat dari Lombok Utara, terkendala soal pengangkutan ke Bima. Pihaknya takut ada risiko sapi tersebut cedera di perjalanan karena cukup besar. Sehingga, kemungkinan sapi kurban yang akan dikirim ke Bima berasal dari Lombok Timur atau Sumbawa.

"Kalau dari Sumbawa itu beratnya sekitar 900 kilogram, nggak sampai 1 ton," kata dia.

Riadi menambahkan, harga sapi juga masih dalam tahap negosiasi. Untuk sapi dengan bobot terbesar, peternak sempat menawarkan harga sekitar Rp200 juta. “Nanti akan dinegosiasikan oleh Setneg, kemungkinan di bawah itu,” ujarnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....