Pizza, Kuliner Italia yang Mendunia dan Penuh Cerita
- 31 Agt 2026 06:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pizza mungkin menjadi salah satu makanan yang paling mudah dikenali di berbagai belahan dunia. Adonan berbentuk bundar, saus tomat, keju dan aneka topping membuat pizza dapat dinikmati dalam begitu banyak versi.
Namun, di balik popularitasnya sebagai makanan modern, pizza memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Italia.it menyebut sejarah pizza memiliki kaitan yang sangat erat dengan Napoli, Italia, meskipun bentuk makanan berbasis roti pipih sudah dikenal jauh sebelum pizza modern berkembang.
Jauh sebelum pizza seperti yang dikenal sekarang, masyarakat di kawasan Mediterania telah mengenal berbagai jenis roti pipih yang dibuat dari bahan sederhana. Tradisi tersebut berkembang selama berabad-abad hingga kemudian menemukan bentuk khasnya di Napoli.
Situs resmi otoritas pelestarian budaya Napoli menjelaskan bahwa istilah “pizza” telah muncul dalam sejumlah dokumen sejak sekitar abad ke-10. Pada abad ke-18, pizza berkembang sebagai makanan masyarakat Napoli yang dibuat di tempat-tempat sederhana dan dijual di jalanan.
Perkembangan tersebut membuat pizza tidak hanya menjadi makanan pengganjal lapar, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat kota Napoli.
| Baca juga: Sate Lilit, Sate Khas Pulau Dewata |
Dari sana, pizza perlahan menyebar ke berbagai wilayah Italia dan kemudian menyeberangi batas negara hingga menjadi makanan global.
Salah satu jenis pizza yang paling terkenal adalah Pizza Margherita. Kisah yang populer menyebut pizza tersebut dikaitkan dengan Raffaele Esposito dan kunjungan Ratu Margherita ke Napoli pada 1889.
Topping berupa tomat, mozzarella dan basil kemudian dikaitkan dengan tiga warna bendera Italia: merah, putih dan hijau. Cerita tersebut menjadi salah satu kisah paling terkenal dalam sejarah pizza, meskipun sejarah pizza sendiri memiliki sejumlah perdebatan dan versi yang berbeda.
Terlepas dari kisah tersebut, Margherita menjadi contoh menarik bagaimana bahan yang relatif sederhana dapat menghasilkan makanan dengan identitas yang kuat.
Pizza modern memiliki begitu banyak variasi. Ada pizza tipis dengan bagian tepi yang renyah, pizza dengan bagian pinggir tebal, pizza dengan beragam sayuran, seafood, daging hingga versi manis.
Sementara itu, pizza Neapolitan tradisional memiliki karakter tersendiri. Italia.it menjelaskan bahwa tradisi pembuatan pizza di Napoli diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dari identitas kuliner kota tersebut. Pada 2017, “Art of Neapolitan Pizzaiuolo” atau seni pembuat pizza Neapolitan ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
UNESCO mencatat bahwa seni tersebut bukan sekadar tentang makanan yang dihasilkan, tetapi juga mencakup keterampilan membuat adonan, gerakan tangan pizzaiuolo saat mengolah adonan hingga proses pemanggangan menggunakan oven kayu.
Dari sisi gizi, pizza tidak bisa dinilai hanya berdasarkan namanya. Kandungannya sangat bergantung pada jenis adonan, jumlah keju, pilihan topping dan ukuran porsinya.
Keju yang menjadi salah satu bahan utama pizza merupakan sumber protein, kalsium, fosfor, vitamin B12 dan vitamin A. Namun, Harvard T.H. Chan School of Public Health juga mencatat bahwa keju dapat mengandung cukup banyak lemak jenuh dan natrium, sehingga jumlah konsumsinya tetap perlu diperhatikan.
Contohnya, data nutrisi salah satu menu pepperoni pizza di Harvard University Dining Services menunjukkan satu potong mengandung sekitar 206 kalori, 11,6 gram protein dan 591,6 miligram natrium. Angka ini bukan patokan untuk semua pizza karena resep, ukuran dan topping dapat menghasilkan kandungan gizi yang sangat berbeda.
Pizza dengan topping sayuran, penggunaan keju secukupnya dan adonan berbahan gandum utuh dapat menjadi pilihan yang berbeda dibandingkan pizza dengan banyak daging olahan, keju dan garam.
Harvard juga merekomendasikan lebih banyak konsumsi sayuran dan buah, memilih biji-bijian utuh serta memperhatikan kualitas sumber protein dalam pola makan sehari-hari.
Perjalanan pizza menunjukkan bagaimana sebuah makanan lokal dapat berubah menjadi bagian dari budaya global. Resepnya beradaptasi dengan bahan dan selera masyarakat di berbagai negara, tetapi pizza Neapolitan tetap mempertahankan tradisi pembuatannya.
Kini, pizza bisa ditemukan hampir di mana saja dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang mempertahankan resep klasik, ada pula yang memasukkan bahan-bahan lokal untuk menciptakan rasa baru.
Dari makanan sederhana masyarakat Napoli hingga menjadi hidangan yang dikenal di berbagai negara, pizza membuktikan bahwa makanan tidak hanya soal rasa. Di dalamnya terdapat sejarah, keterampilan, budaya dan kemampuan manusia untuk terus berkreasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....