Sate Lilit, Sate Khas Pulau Dewata

  • 26 Mei 2026 08:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Ternyata tidak semua sate itu ditusuk, ada juga yang dililitkan yaitu sate lilit. Kuliner khas Bali ini memiliki rasa yang unik dan kaya rempah. Berbeda dengan sate pada umumnya, sate lilit tidak ditusukkan pada bambu kecil melainkan dililitkan pada batang serai atau bambu pipih.

Sate lilit berasal dari tradisi kuliner masyarakat Bali yang sudah ada sejak lama. Berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan potongan daging. Sate lilit dibuat dari potongan daging cincang biasanya ikan, ayam, atau babi yang kemudian dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu khas Bali. Dari laman Instagram RRI Official menyebutkan bahwa kuliner ini awalnya berkembang di daerah pesisir, dimana ikan menjadi bahan utama yang mudah didapa. Sehingga dari sinilah sate lilit dikenal sebagai salah satu hidangan khas Pulau Dewata.

Uniknya sate lilit ini terletak pada cara pembuatannya, daging yang sudah dicampur bumbu kemudian dililitkan pada batang serai atau bambu pipih, lalu dibakar di atas bara api. Bumbu yang digunakan pun sangat khas seperti campuran bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, dan rempah lainnya yang dikenal sebagai base genep, yaitu bumbu dasar dalam masakan Bali.

Proses pembakaran ini membuat aroma sate lilit semakin harum dengan perpaduan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis. Sate lilit bukan hanya sekedar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi dan budaya Bali. Hidangan ini sering disajikan dalam berbagai upacara adat dan keagamaan sebagai simbol kebersamaan. Seiring waktu sate lilit semakin populer dan kini bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga mancanegara. Keunikan bentuk dan rasanya menjadikan sate lilit sebagai salah satu ikon kuliner Bali yang mendunia.

Dari tradisi masyarakat Bali hingga menjadi kuliner yang dikenal luas sate lilit adalah bukti kekayaan rasa dan budaya Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....