Semangkuk Gelato dan Cerita Panjang di Balik Es Krim

  • 26 Agt 2026 15:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID Mataram - Semangkuk kecil gelato bisa terlihat sederhana. Dalam foto, satu scoop gelato berwarna merah muda berada di dalam cup, ditemani wafer renyah dan sendok kayu. Namun di balik sajian dingin tersebut tersimpan perjalanan panjang sejarah kuliner dunia.

Bagi sebagian orang, gelato dan es krim mungkin terlihat sama. Keduanya dingin, manis, lembut dan biasa disajikan sebagai hidangan penutup. Namun ketika disantap, perbedaannya mulai terasa.

Gelato cenderung memiliki tekstur yang lebih padat dan lembut. Salah satu penyebabnya adalah proses pembuatannya yang biasanya memasukkan lebih sedikit udara dibandingkan es krim. Gelato juga umumnya memiliki kandungan lemak susu lebih rendah.

Perbedaan suhu penyajian turut memengaruhi pengalaman tersebut. Gelato biasanya disimpan dan disajikan pada suhu yang sedikit lebih tinggi sehingga teksturnya tidak sekeras es krim yang baru dikeluarkan dari freezer.

Karena lebih sedikit udara yang dimasukkan ke dalam adonan, rasa gelato juga dapat terasa lebih intens. Itulah sebabnya gelato sering dibuat dengan bahan yang menjadi identitas rasanya, seperti pistachio, cokelat, kopi, hazelnut, stroberi atau berbagai buah.

Es krim punya banyak wajah

Es krim sendiri bukan hanya satu jenis. Di dunia kuliner dikenal berbagai gaya dan formulasi.

Ada es krim berbasis custard yang menggunakan kuning telur sehingga menghasilkan rasa kaya dan tekstur lembut. Ada pula gaya Philadelphia yang umumnya tidak menggunakan telur.

Kemudian terdapat soft serve yang memiliki tekstur sangat lembut dan biasanya langsung disajikan dari mesin. Frozen custard juga menjadi salah satu variasi populer yang menggunakan telur dalam campurannya.

Di sisi lain, sorbet menawarkan pengalaman berbeda. Makanan penutup beku ini umumnya tidak menggunakan susu sehingga rasa buah menjadi lebih dominan.

Dengan begitu, istilah "es krim" sebenarnya mencakup dunia yang cukup luas.

Jejak sejarah yang panjang

Tidak ada satu tokoh yang dapat disebut sebagai penemu tunggal es krim. Makanan penutup beku berkembang secara bertahap melalui berbagai budaya.

Manusia telah mengenal makanan dan minuman yang didinginkan dengan es atau salju sejak zaman kuno. Seiring berkembangnya teknik pengolahan susu, gula, pendinginan dan pembekuan, makanan penutup tersebut berubah menjadi bentuk yang semakin mendekati es krim modern.

Tradisi makanan beku kemudian berkembang pesat di Eropa. Italia memiliki tradisi gelato, sementara es krim kemudian berkembang sangat luas di Amerika Serikat.

Perkembangan teknologi pendinginan menjadi salah satu titik penting. Ketika mesin pembuat es dan sistem refrigerasi semakin berkembang, produksi es krim tidak lagi hanya dilakukan secara terbatas, tetapi dapat dibuat dalam skala industri.

Dari Italia ke seluruh dunia

Gelato kemudian menjadi bagian dari identitas kuliner Italia dan menyebar ke berbagai negara. Kini, gelato dapat ditemukan hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Menariknya, gelato juga dapat beradaptasi dengan selera lokal. Bahan-bahan seperti buah tropis, cokelat, kopi, kelapa dan berbagai bahan khas daerah dapat diolah menjadi varian gelato baru.

Jadi, ketika sebuah scoop gelato disajikan di atas meja, yang hadir bukan sekadar makanan penutup. Ada sejarah teknologi, perdagangan, budaya dan kreativitas manusia di dalamnya.

Dan mungkin, alasan paling sederhana mengapa gelato tetap disukai hingga kini adalah karena satu hal: rasanya memang menyenangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....