Cakwe, Gorengan Gurih yang Punya Jejak Kuliner Tiongkok
- 29 Sep 2026 08:56 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Cakwe dikenal sebagai youtiao dalam kuliner Tiongkok dan kemudian berkembang menjadi jajanan populer di Indonesia.
- Cakwe dibuat dari adonan sederhana berbahan utama tepung terigu, air, garam dan bahan pengembang, lalu digoreng hingga renyah.
- Di Indonesia, cakwe dapat disantap langsung, dicocol saus, atau digunakan sebagai pelengkap berbagai hidangan.
RRI.CO.ID, Mataram - Cakwe menjadi salah satu jajanan gorengan yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Bentuknya memanjang dengan warna kecokelatan, bagian luar terasa renyah, sementara bagian dalamnya cenderung lembut dan berongga. Biasanya disantap hangat bersama saus, tetapi cakwe juga sering menjadi pelengkap berbagai hidangan.
Mengutip dari berbagai sumber informasi kuliner, di balik bentuknya yang sederhana, cakwe ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Makanan ini dikenal dalam kuliner Tiongkok dengan nama youtiao. Cakwe kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia dan beradaptasi dengan budaya makan masyarakat setempat, termasuk di Indonesia. Di Tanah Air, cakwe berkembang menjadi jajanan yang akrab dijajakan oleh pedagang kaki lima maupun penjual gorengan.
Pembuatan cakwe sebenarnya menggunakan bahan yang relatif sederhana. Adonan umumnya dibuat dari tepung terigu, air, garam dan bahan pengembang. Beberapa resep juga menggunakan tambahan gula atau bahan lain untuk mendapatkan tekstur serta rasa tertentu. Adonan tersebut kemudian diolah, didiamkan hingga mengembang, dibentuk memanjang, lalu digoreng dalam minyak panas.
Proses penggorengan menjadi salah satu kunci untuk mendapatkan cakwe dengan tekstur khas. Adonan yang digoreng dengan tepat akan mengembang dan menghasilkan permukaan berwarna keemasan. Bagian luarnya terasa garing ketika digigit, sedangkan bagian dalamnya lebih ringan dan berongga.
Di Indonesia, cakwe memiliki banyak cara penyajian. Ada yang menikmatinya langsung ketika masih hangat, ada pula yang menyantapnya bersama saus sambal, saus asam manis atau saus lainnya. Cakwe juga dapat dipotong-potong dan digunakan sebagai pelengkap makanan tertentu.
Dalam tradisi kuliner Tiongkok, youtiao tidak hanya dikenal sebagai camilan. Makanan ini juga kerap hadir dalam menu sarapan dan dapat disantap bersama bubur, susu kedelai atau hidangan lainnya. Penggunaan cakwe sebagai pendamping makanan kemudian ikut berkembang di berbagai tempat, dengan cara penyajian yang menyesuaikan kebiasaan masyarakat setempat.
Menariknya, cakwe juga kerap disandingkan dengan makanan lain yang sama-sama dibuat dari adonan tepung dan digoreng, seperti odading. Meski memiliki karakter berbeda, keduanya menunjukkan bagaimana olahan berbahan dasar tepung dapat berkembang menjadi beragam jajanan yang populer di Indonesia.
Perjalanan cakwe dari kuliner Tiongkok hingga menjadi jajanan yang dikenal luas di Indonesia menjadi contoh bagaimana makanan dapat melewati batas wilayah dan budaya. Resep dasarnya mungkin sederhana, tetapi cara masyarakat menikmatinya terus berkembang. Dari gerobak kaki lima hingga kedai makanan, cakwe tetap menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai gorengan dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....