Graham Bar, Manis dan Segar Peluang Usaha Menjanjikan
- 27 Apr 2026 11:53 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Inovasi dalam dunia kuliner kembali menunjukkan geliat positif di kalangan pelaku UMKM, khususnya generasi muda. Salah satu yang menarik perhatian adalah hadirnya es gabin kekinian, olahan sederhana yang diangkat menjadi produk bernilai jual tinggi melalui kreativitas dan sentuhan modern.umumnya lebih dikenal sebagai dessert modern yang populer di Filipina.
Di sana, makanan ini dikenal dengan nama graham cake atau graham float, yang sering dibuat sebagai hidangan penutup rumahan. Resep dasarnya sederhana, menggunakan biskuit graham, krim (biasanya dari campuran susu kental manis dan krim), lalu disusun berlapis dan didinginkan di kulkas.
Seiring waktu, kreasi ini berkembang menjadi bentuk yang lebih praktis dan kekinian, salah satunya graham bar yang dipotong kecil-kecil dan diberi berbagai topping seperti cokelat, keju, hingga matcha.
Kalau ditarik lebih jauh, penggunaan biskuit graham sendiri berasal dari Amerika Serikat, karena graham crackers pertama kali dibuat di sana. Jadi bisa dibilang, graham bar adalah hasil perpaduan pengaruh bahan dari Amerika dan kreativitas dessert modern yang berkembang pesat di Filipina.
Sekarang, camilan ini sudah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia, dan sering dijadikan ide usaha karena mudah dibuat, fleksibel dikreasikan, dan disukai banyak kalangan. Sama halnya dengan pelaku usaha yang memplopori jajanan ini di Lombok, adalah Graham Bar Lombok , yang baru memulai memperkenalkan produknya di awal Oktober tahun lalu, berjalan 6 bulan.
Bagas Owner dari Graham Bar Lombok, dalam program Teras UMKM di Pro 4 RRI Mataram, Senin 27 April 2026, pelaku usaha Arkana Bagas dan Aisyah Shima berbagi kisah perjalanan mereka mengembangkan usaha es gabin yang kini mulai dikenal luas di masyarakat. Usaha ini menjadi contoh bahwa peluang bisnis bisa lahir dari ide sederhana yang dikembangkan secara serius dan konsisten.
Menurut Arkana Bagas, ide usaha ini berawal dari sepulangnya dari pekerjaannya di Kapal Pesiar sebagai juru masak dan berbagi resep dari seorang teman dari Filiphina dan keinginanya menghadirkan camilan yang familiar namun tetap memiliki ciri khas. Dengan melakukan berbagai eksperimen rasa dan memperhatikan selera pasar, es gabin yang mereka produksi tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup.
Sementara itu, Aisyah Shima menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan usaha kuliner adalah menjaga konsistensi kualitas serta menghadapi persaingan yang semakin ketat. Namun, dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, usaha mereka mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan membangun hubungan dengan pelanggan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dengan kreativitas dan inovasi, produk lokal mampu bersaing dan bahkan memiliki potensi untuk berkembang lebih besar.
Program Teras UMKM sendiri menjadi ruang inspiratif yang menghadirkan berbagai kisah pelaku usaha, sekaligus mendorong masyarakat untuk berani memulai usaha dari hal-hal sederhana. Diharapkan semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk menciptakan peluang dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Es gabin kekinian (Graham Bar) bukan hanya soal rasa yang segar, tetapi juga menjadi simbol semangat baru dalam dunia usaha, bahwa dengan ide, keberanian, dan konsistensi, peluang bisa diciptakan dari mana saja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....