Sambal Plecing, Rasa Sederhana yang Menguatkan Makna Tradisi

  • 31 Des 2025 20:43 WIB
  •  Mataram

KBRN Mataram: khas Lombok yang sederhana namun punya karakter rasa yang kuat. Sambal ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari kesatuan makna dalam jamuan adat.

Pak Sahwaas selaku Ketua Lembaga Adat menjelaskan bahwa dalam adat, makanan tidak dinilai dari kemewahan. “Dalam adat itu tidak harus banyak atau mahal. Yang penting cukup, pantas, dan disiapkan dengan niat baik,” ujarnya. Prinsip ini tercermin jelas dalam sambal plecing yang bahannya sederhana.

Plecing biasanya dibuat dari cabai, tomat, terasi, dan perasan jeruk. Semua bahan itu mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Tidak ada yang didatangkan dari jauh, karena adat mengajarkan untuk memanfaatkan apa yang tersedia di alam.

Menurut Pak Sahwaas, rasa pedas dalam plecing juga punya makna tersendiri. Pedas bukan untuk menyakiti, tapi untuk mengingatkan bahwa hidup berumah tangga tidak selalu manis. Ada tantangan yang harus dihadapi bersama.

Pak Usman menambahkan bahwa kesederhanaan sambal plecing justru menjadi daya tarik bagi pengunjung desa. “Banyak tamu bilang rasanya jujur, tidak dibuat-buat. Itu yang mereka cari,” katanya.

Plecing dalam konteks adat bukan hanya soal rasa, tetapi soal keseimbangan. Ada pedas, ada segar, dan ada kebersamaan dalam satu sajian.

Melalui sambal plecing, masyarakat Bon Jeruk menunjukkan bahwa kesederhanaan bisa mengandung filosofi hidup yang dalam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....