Aksi Pemanahan Liar di Dompu Makin Brutal, Serang Prajurit TNI di Dompu
- 09 Apr 2026 07:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Aksi pemanahan liar yang dilakukan kelompok pemuda di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kian menggila dan meresahkan masyarakat. Tidak hanya menyasar sesama kelompok pemuda, aksi kriminalitas jalanan tersebut kini mulai menyerang aparat keamanan.
Seorang prajurit TNI dari Kodim 1614 Dompu yang bertugas sebagai Babinsa Desa Manggasei, Kecamatan Dompu, Sertu A Malik (40), mengalami luka serius setelah terkena serangan anak panah. Korban langsung dilarikan ke RSUD Dompu untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Masdidin menjelaskan, insiden tersebut bermula saat Sertu A Malik menerima laporan adanya sekelompok pemuda yang berkumpul di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Dompu.
Kelompok tersebut diduga hendak melakukan penyerangan terhadap kelompok pemuda lainnya di Desa Manggeasi. Merasa situasi berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, Sertu A Malik berinisiatif untuk membubarkan kerumunan tersebut.
“Namun saat pembubaran berlangsung, salah satu pelaku melepaskan anak panah dan mengenai lengan kiri korban,” jelas AKP Masdidin, dihubungi, Kamis, 9 April 2026.
Meski sempat berniat melakukan pengejaran, Sertu A Malik terpaksa membatalkan upaya tersebut karena kondisi lukanya cukup serius, dengan anak panah masih menancap di lengannya.
"Ia kemudian memilih segera mendapatkan penanganan medis," katanya.
Mendapat laporan kejadian itu, Tim Jatanras Polres Dompu langsung bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Hasilnya, tiga pemuda berhasil diamankan beserta barang bukti berupa busur dan sejumlah anak panah.
Salah satu pelaku berinisial FD, warga Kelurahan Bali Satu, ditangkap di sekitar lokasi kejadian saat bersembunyi di rumah warga.
Sementara dua pelaku lainnya, masing-masing berinisial MR dan MTS, diserahkan langsung oleh pihak keluarga ke kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di Polres Dompu dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka guna mencegah terulangnya aksi serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....