Layanan Cuci Darah RSUD Bima Resmi Beroperasi
- 30 Agt 2026 15:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Bima. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima kini resmi memiliki Layanan Hemodialisa atau cuci darah setelah fasilitas kesehatan tersebut diresmikan oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi,. Peresmian layanan yang telah lama dinantikan masyarakat itu dipusatkan di lingkungan RSUD Bima.
Kehadiran layanan hemodialisa menjadi langkah penting dalam penguatan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan terapi akibat penyakit ginjal kronis.
Dengan beroperasinya layanan tersebut, pasien yang membutuhkan tindakan hemodialisa tidak lagi harus selalu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
Fasilitas ini diharapkan dapat memangkas jarak pelayanan sekaligus memberikan kemudahan bagi pasien dan keluarga dalam memperoleh perawatan.
Peresmian tersebut dihadiri Bupati Bima Ady Mahyudi, Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, SE, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bima Fatahullah, S.Pd.
Sejumlah kepala perangkat daerah dan kepala bagian lingkup Sekretariat Daerah, Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan, MPH bersama jajaran manajemen, para dokter spesialis serta tenaga kesehatan RSUD Bima turut hadir.
Direktur RSUD Bima, drg. H. Ihsan, MPH, dalam menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung pelayanan hemodialisa.
Kesiapan tersebut mencakup infrastruktur, ruangan pelayanan, ketersediaan mesin hemodialisa hingga dukungan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang telah dipersiapkan untuk mengoperasikan layanan.
Menurutnya, pelayanan hemodialisa membutuhkan sistem pelayanan yang terintegrasi dan tidak hanya bergantung pada ketersediaan mesin.
“Pelayanan hemodialisa ini bukan hanya menyangkut tersedianya mesin dan ruangan. Aspek yang jauh lebih penting adalah kesiapan sistem, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien serta koordinasi tim dalam memberikan pelayanan,” jelas drg. H. Ihsan.
Karena itu, RSUD Bima berkomitmen memastikan seluruh unsur pelayanan dipersiapkan dengan baik agar pasien mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman dan profesional.
"Kami terus berkomitmen untuk memberikan yang nyaman untuk masyarakat," ucapnya menegaskan.
Sementara itu, Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen RSUD Bima yang telah bekerja keras sehingga layanan hemodialisa dapat diwujudkan dan dihadirkan di tengah masyarakat.
Menurut Bupati, kehadiran layanan tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas medis di RSUD Bima. Lebih dari itu, layanan hemodialisa merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
"Pengoperasian layanan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan bagi masyarakat, khususnya pasien penderita gagal ginjal kronis," kata Ady Mahyudi.
Bupati berharap masyarakat Kabupaten Bima dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan layanan tersebut.
Selama ini, pasien yang membutuhkan terapi cuci darah dan harus mendapatkan pelayanan di luar daerah menghadapi berbagai tantangan. Selain persoalan jarak, keluarga pasien juga harus menyiapkan waktu, tenaga dan biaya tambahan untuk menjalani pengobatan.
Dengan hadirnya layanan hemodialisa di RSUD Bima, akses pelayanan diharapkan menjadi lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat Kabupaten Bima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....