Ady Mahyudi: Kami Perkuat UHC dan Layanan Kesehatan Bima
- 14 Agt 2026 09:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Pemerintah Kabupaten Bima mendapat tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp277 milia pada Agustus 2026. Salah satu pemanfaatan tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor kesehatan, termasuk mendukung penambahan belanja iuran BPJS Kesehatan.
Tambahan dana tersebut terdiri dari Rp202 miliar Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan dan Rp75 miliar Kurang Bayar Dana Bagi Hasil (KB-DBH).
Bupati Bima Ady Mahyudi mengatakan, tambahan anggaran tersebut memiliki arti penting untuk memenuhi sejumlah belanja prioritas pemerintah daerah yang telah tertuang dalam APBD Tahun Anggaran 2026.
Di bidang kesehatan, dukungan anggaran tersebut akan diarahkan untuk memperkuat cakupan kesehatan masyarakat dalam kerangka Universal Health Coverage (UHC).
UHC menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan tanpa terkendala persoalan pembiayaan.
Karena itu, penambahan belanja iuran BPJS Kesehatan menjadi salah satu langkah yang dipersiapkan pemerintah daerah melalui dukungan tambahan TKD tersebut.
“Di samping dapat digunakan untuk penambahan belanja iuran BPJS Kesehatan, peningkatan kesehatan masyarakat dalam kerangka cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage menjadi salah satu perhatian pemerintah,” kata Ady Mahyudi.
Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat sudah mengalami sakit.
Pelayanan kesehatan perlu diperkuat mulai dari upaya promotif, preventif, deteksi dini, pengobatan hingga rehabilitasi.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menekan angka kesakitan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan melalui berbagai program, termasuk imunisasi dan skrining kesehatan. Deteksi dini menjadi penting karena memungkinkan suatu penyakit ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Sementara itu, pelayanan kuratif tetap diperlukan bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan. Demikian pula pelayanan rehabilitatif bagi pasien yang membutuhkan pemulihan setelah menjalani pengobatan.
Penguatan seluruh rangkaian pelayanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Bima.
Salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah membantu menekan angka kematian ibu dan anak.
Selain itu, pengendalian penyakit sejak dini juga diharapkan mampu mengurangi beban kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
Bupati Bima menegaskan, tambahan anggaran Rp277 miliar tersebut tidak hanya akan digunakan untuk sektor kesehatan.
Dana tersebut juga diarahkan untuk berbagai belanja prioritas lainnya, termasuk memenuhi kebutuhan belanja jasa ASN, khususnya PPPK reguler dan PPPK-PW, serta mendukung mandatory spending 10 persen Alokasi Dana Desa.
Namun, dukungan terhadap kesehatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan adanya dukungan anggaran yang lebih kuat, pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan.
Pemerintah juga mendorong agar pelayanan kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ketika sakit, tetapi lebih aktif melakukan pencegahan dan edukasi kesehatan.
Program promosi kesehatan, imunisasi dan skrining diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sehat.
Dengan cakupan kesehatan yang semakin luas, masyarakat diharapkan memperoleh perlindungan yang lebih baik sekaligus memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Tambahan TKD sebesar Rp277 miliar menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten Bima untuk memperkuat program-program prioritas yang telah direncanakan dalam APBD 2026.
Melalui pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, pemerintah daerah berharap tambahan dana tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan.
Pada akhirnya, penguatan UHC diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang terlindungi pembiayaan kesehatannya, tetapi juga mendorong pelayanan kesehatan yang lebih preventif, mudah diakses dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....