Kesadaran Warga Meningkat, Kasus DBD di Mataram Menurun
- 28 Jul 2026 21:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram-Upaya promotif dan preventif yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram bersama masyarakat mulai menunjukkan hasil. Hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram mencatat 178 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), menurun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 440 kasus. Penurunan itu menjadi indikator meningkatnya kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 4 Plus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr.H.Emirald Isfihan, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari keterlibatan aktif tenaga kesehatan puskesmas, aparat kelurahan, dan masyarakat yang terus menggencarkan edukasi serta pelaksanaan PSN 4 Plus di lingkungan masing-masing.
"Kondisi kebersihan lingkungan sangat mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk demam berdarah serta menjadi fondasi kesehatan keluarga," katanya, Selasa 28 Juli 2026.
Memasuki puncak musim hujan, Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti. Warga diimbau melaksanakan PSN minimal satu kali setiap pekan atau 1–2 hari setelah hujan dengan bergotong royong membersihkan lingkungan untuk menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk.
Gerakan PSN 4 Plus mencakup menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta memantau keberadaan jentik secara berkala.
"PSN ini menjadi strategi paling efektif dalam memutus rantai penyebaran DBD sebelum memasuki fase penularan," katanya.
Emirald menambahkan, jajaran puskesmas terus turun ke lapangan mendampingi warga melakukan pemeriksaan jentik dan edukasi kesehatan lingkungan, dan diharapkan setiap keluarga memiliki juru pemantau jentik (Jumantik) sehingga sarang nyamuk lebih mudah terdeteksi.
"Jentik harus kami berantas langsung. Tim kami di puskesmas juga aktif turun mendampingi warga melakukan PSN 4 Plus," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....