Setetes Darah, Sejuta Harapan: Bhayangkari KLU Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- 19 Jun 2026 16:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Bhayangkari Cabang Lombok Utara menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan donor darah yang digelar di Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSUD Lombok Utara, Kamis 18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kemanusiaan sekaligus upaya menjaga kesehatan personel Polri dan Bhayangkari.
Aksi sosial tersebut melibatkan anggota Bhayangkari dan personel Polri yang secara sukarela mendonorkan darahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kabupaten Lombok Utara. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan donor darah merupakan program berkelanjutan yang terus dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, sejak Januari 2025 Bhayangkari bersama Polri secara rutin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan donor darah pada sejumlah momentum penting, mulai dari Hari Bhayangkara, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, HUT Kesatuan Gerak Bhayangkari, hingga peringatan HUT Polair.
“Donor darah bukan hanya kegiatan sosial biasa. Setiap kantong darah yang disumbangkan merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas yang dapat memberikan harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah,” ujarnya.
Sebelum mendonorkan darah, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai standar medis, mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), wawancara riwayat kesehatan, hingga pemeriksaan pendukung lainnya. Proses ini sekaligus menjadi sarana deteksi dini terhadap kondisi kesehatan para peserta.
Ny. Heny menegaskan, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan keuntungan bagi pendonor karena dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara berkala.
“Melalui pemeriksaan sebelum donor, anggota dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Ini penting untuk memastikan personel Polri dan Bhayangkari tetap sehat dan siap menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, apabila ditemukan indikasi penyakit tertentu seperti HIV, sifilis, atau tuberkulosis, maka calon pendonor tidak dapat melanjutkan proses donor. Karena itu, donor darah juga menjadi media edukasi kesehatan yang efektif bagi anggota Polri dan Bhayangkari.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80, lanjutnya, diharapkan dapat semakin memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan semangat pengabdian, tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga lewat aksi sosial yang memberi manfaat langsung bagi warga.
“Setetes darah yang kita berikan mungkin terlihat kecil, tetapi bagi pasien yang membutuhkan, itu bisa menjadi harapan untuk melanjutkan hidup. Semakin banyak yang berdonor, semakin besar peluang kita membantu sesama dan menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.
Kegiatan donor darah ini menjadi bukti bahwa semangat Hari Bhayangkara tidak hanya tercermin dalam tugas menjaga kamtibmas, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Di tengah tingginya kebutuhan darah untuk pelayanan kesehatan, partisipasi aktif Polri dan Bhayangkari menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat solidaritas sosial dan mendukung layanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat Lombok Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....