Waspada! Cuaca Dingin Picu Risiko ISPA

  • 05 Jun 2026 14:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Suhu udara dingin yang belakangan dirasakan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk Kabupaten Sumbawa, berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu dingin yang terjadi pada malam hingga pagi hari dipengaruhi oleh sejumlah faktor alam, yakni aktifnya Angin Monsun Australia, rendahnya tingkat kelembapan udara, serta minimnya tutupan awan.

Angin Monsun Australia membawa massa udara yang bersifat lebih kering dan dingin ke wilayah NTB. Kondisi tersebut diperkuat oleh rendahnya kelembapan udara yang menyebabkan panas di permukaan bumi lebih cepat hilang setelah matahari terbenam. Di sisi lain, minimnya tutupan awan membuat proses pelepasan panas ke atmosfer berlangsung lebih cepat sehingga suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dibandingkan biasanya.

Fenomena tersebut merupakan kondisi yang umum terjadi saat memasuki masa peralihan musim menuju musim kemarau atau pada awal musim kemarau di wilayah NTB.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang rentan muncul saat cuaca dingin, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menurutnya, perubahan cuaca yang cukup ekstrem dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih mudah terserang penyakit, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, meningkatkan imunitas tubuh, serta menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kondisi tubuh yang sehat, risiko terserang penyakit dapat diminimalkan,” ujar Sarip saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, berolahraga secara teratur, serta memastikan waktu istirahat yang cukup. Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam dan pagi hari ketika suhu udara sedang rendah.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar untuk mencegah berkembangnya berbagai sumber penyakit. Lingkungan yang bersih tidak hanya mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan, tetapi juga mencegah munculnya penyakit lain yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Bagi masyarakat yang berencana melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di daerah dataran tinggi atau kawasan pegunungan, diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan yang memadai guna mengantisipasi suhu udara yang lebih dingin dari biasanya.

Sarip Hidayat berharap masyarakat tidak menganggap remeh perubahan cuaca yang sedang terjadi dan tetap menjaga kesehatan dengan disiplin menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan merupakan kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit selama musim kemarau. Mari bersama-sama menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....