Waspadai Dampak Minum Air Dingin setelah Makan

  • 10 Apr 2026 10:23 WIB
  •  Mataram

RRI.COID, Mataram - Cuaca panas kerap mendorong seseorang untuk mencari kesegaran dengan mengonsumsi air dingin atau air es. Selain menyegarkan, kebiasaan ini juga membuat seseorang cenderung minum lebih banyak. Namun, di balik sensasi segarnya, terdapat sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama jika dikonsumsi setelah makan.

Dilansir dari berbagai sumber, minum air dingin setelah makan dapat memicu berbagai gangguan pada tubuh, mulai dari masalah pencernaan hingga gangguan metabolisme.

Salah satu dampak yang sering terjadi adalah perut buncit. Air dingin dapat memengaruhi proses pemecahan lemak dalam tubuh. Jika kebiasaan ini terus dilakukan tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup, timbunan lemak di perut berpotensi meningkat sehingga menyebabkan perut terlihat kembung.

Selain itu, air dingin juga dapat mengganggu sistem pencernaan. Suhu dingin membuat makanan, terutama yang berminyak, menjadi lebih sulit dicerna karena cenderung menggumpal. Kondisi ini dapat memperlambat proses.

Tubuh pada dasarnya bekerja optimal dalam suhu normal. Ketika mengonsumsi air dingin setelah makan, sistem pencernaan harus bekerja lebih keras untuk menyesuaikan suhu makanan dengan suhu tubuh. Hal ini dapat mengganggu metabolisme dan bahkan menyebabkan pusing akibat berkurangnya suplai oksigen ke organ tubuh.

Dampak lain yang juga perlu diperhatikan adalah fenomena “brain freeze” atau pembekuan otak. Kondisi ini ditandai dengan sakit kepala mendadak akibat perubahan suhu yang cepat di area langit-langit mulut. Kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan, terutama bagi penderita migrain. Tak hanya itu, minum air dingin juga dapat memperlambat detak jantung.

Dari sisi penyerapan nutrisi, konsumsi air dingin membuat tubuh harus mengeluarkan energi ekstra untuk menyeimbangkan suhu. Akibatnya, proses penyerapan nutrisi dari makanan menjadi tidak optimal.

Air dingin juga dapat memicu masalah lain seperti sakit tenggorokan akibat peningkatan produksi lendir, penyempitan usus yang mengganggu proses penyerapan makanan, hingga rasa haus berlebihan yang justru berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Untuk itu, masyarakat dianjurkan mengonsumsi air putih dengan suhu normal, terutama setelah makan atau setelah melakukan aktivitas berat. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh serta mendukung proses pencernaan yang lebih optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....