RSUD Provinsi NTB Dipacu Jadi Rumah Sakit Modern
- 17 Mei 2026 20:51 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur Dorong RSUP NTB Bertransformasi Jadi Rumah Sakit Modern
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prvinsi NTB untuk bertransformasi.
- RSUP NTB
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prvinsi NTB untuk bertransformasi. Transformasi yang diinginkan yaitu secara menyeluruh menuju pelayanan kesehatan yang lebih cepat, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Ahsanul Khalik mengatakan, rumah sakit pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan bangunan besar dan fasilitas lengkap. Yang paling utama, kata dia, adalah kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Rumah sakit hari ini tidak cukup hanya besar secara fisik. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, manusiawi, nyaman, dan memberi kepastian,” ujar Khalik, mengutip arahan Gubernur dalam rapat khusus bersama Direktur RSUP NTB drg. H. Asrul Sani dan jajaran wakil direktur di Pendopo Gubernur, Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam rapat itu, pembenahan pelayanan klinis menjadi salah satu fokus utama. RSUP NTB akan melakukan redistribusi kapasitas tempat tidur layanan anak dari ruang dengan tingkat keterisian rendah ke ruang dengan kebutuhan lebih tinggi seperti Gili Nanggu dan Antares. Langkah itu ditargetkan mampu mengurangi kepadatan di instalasi gawat darurat sekaligus menekan antrean pasien rawat inap.
RSUP NTB juga mulai menyiapkan penerapan penuh sistem Dual-Track Pathway, yakni pemisahan jalur pasien infeksius dan non-infeksius sejak pintu masuk rumah sakit. Sistem tersebut diharapkan dapat menekan risiko infeksi nosokomial sekaligus mempercepat waktu respons pelayanan hingga di bawah enam jam.
Selain itu, penguatan layanan kritis menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama melalui peningkatan kesiapan ICU dan sistem pemantauan pasien dengan tingkat keparahan tinggi untuk menekan angka kematian pasien intensif.
Di bidang tata kelola, Gubernur meminta manajemen RSUP NTB mempercepat transformasi digital pelayanan kesehatan. Rumah sakit kini menyiapkan penguatan sistem pendaftaran daring, rekam medis elektronik, manajemen antrean, hingga dashboard pengendalian rumah sakit dan standar pelayanan minimal secara real time.
Langkah tersebut juga dibarengi dengan sinkronisasi data aset dan sumber daya manusia ke sistem nasional Kementerian Kesehatan untuk memperkuat status layanan paripurna rumah sakit tipe A.
Khalik mengatakan, pemerintah provinsi juga memberi perhatian terhadap kualitas lingkungan kerja tenaga kesehatan. Sejumlah fasilitas pendukung mulai disiapkan, seperti ruang istirahat tenaga kesehatan, sarana olahraga, layanan penitipan anak, hingga penguatan sistem ambulans profesional.
Direktur RSUP NTB drg. H. Asrul Sani menyatakan transformasi rumah sakit kini diarahkan untuk membangun sistem pelayanan yang lebih cepat, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Rumah sakit tidak lagi hanya fokus pada pembenahan internal, tetapi bagaimana perubahan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, RSUP NTB juga menargetkan penguatan kesehatan fiskal melalui peningkatan pendapatan rumah sakit, mewujudkan kondisi tanpa utang, mengurangi ketergantungan terhadap subsidi APBD, serta membangun organisasi yang mandiri dan berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan RSUP NTB berkembang menjadi rumah sakit modern yang sehat dalam tata kelola, profesional dalam pelayanan, serta mampu bersaing dalam kualitas layanan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....