Bupati Lombok Timur Terima 209 Mahasiswa KKN Poltekkes Mataram
- 13 Apr 2026 14:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menerima 209 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Poltekkes Kemenkes Mataram yang akan melaksanakan pengabdian di sejumlah desa di wilayah tersebut, Senin, 13 April 2026. Program KKN tahun ini mengusung tema sinergi strategis antara Poltekkes Kemenkes Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung program prioritas kesehatan, seperti percepatan zero stunting, peningkatan imunisasi, serta penguatan upaya promotif dan skrining penyakit KJSU berbasis masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dipilihnya Lombok Timur sebagai lokasi KKN. Ia menilai kehadiran ratusan mahasiswa tersebut menjadi peluang besar bagi daerah.
“Kehadiran mahasiswa yang akan turun langsung ke rumah-rumah masyarakat di perdesaan ini merupakan keberuntungan bagi kami, terutama dalam pendekatan personal dan pendataan kesehatan secara langsung,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa KKN merupakan fase penting bagi mahasiswa untuk beradaptasi dari dunia akademik ke realitas sosial. Menurutnya, tantangan di masyarakat jauh lebih kompleks dibandingkan teori di bangku kuliah.
“Kegiatan ini adalah kenyataan yang akan kita hadapi. Menghadapi masyarakat yang paham tentu berbeda dengan yang belum paham. Di sinilah tantangan mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang sudah dipelajari,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tengah fokus pada berbagai program strategis di sektor kesehatan, termasuk percepatan penurunan stunting serta penekanan angka kematian ibu dan bayi. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah terus memperluas akses layanan kesehatan melalui sejumlah fasilitas, seperti RSUD dr. R. Soedjono Selong, RS Selaparang, rumah sakit swasta serta direncanakan pembangunan rumah sakit di Sikur dan pengembangan Rumah Sehat Baznas.
Bupati juga menyebutkan bahwa gedung khusus layanan kardiovaskular di RSUD Selong telah diresmikan dan mulai beroperasi untuk melayani pasien penyakit jantung dan pembuluh darah. Meski infrastruktur terus ditingkatkan, ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Pemerintah mampu membangun gedung dan membeli alat, tetapi SDM berkualitas tidak bisa dibeli secara instan. Karena itu kami berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas di bidang kesehatan,” tegasnya.
Ia pun menitipkan pesan kepada para mahasiswa KKN agar aktif melakukan edukasi langsung kepada masyarakat. “Masuklah ke rumah-rumah, dekati masyarakat, dan pahami kondisi mereka, termasuk pola makan dan perilaku hidup sehat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Mataram, Ni Putu Karunia Ekayani, menjelaskan bahwa KKN merupakan program tahunan wajib bagi mahasiswa. Menurutnya, Lombok Timur menjadi mitra strategis yang secara konsisten menjadi lokasi pengabdian mahasiswa.
Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung di masyarakat. “Tahun ini kami mengedepankan konsep Interprofessional Collaboration, di mana mahasiswa dari berbagai jurusan bekerja bersama secara lintas disiplin di 80 lokus,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan bentuk sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas kesehatan. Di akhir penyampaiannya, Ni Putu Karunia Ekayani mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga nama baik institusi selama menjalankan tugas di lapangan.
“Mahasiswa harus mengedepankan sopan santun, etika, serta menghormati kearifan lokal. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan jalankan pengabdian dengan penuh dedikasi,” pungkasnya.
KKN Terpadu Poltekkes Kemenkes Mataram tahun ini dilaksanakan di tiga kecamatan dan 20 desa di Lombok Timur. Lokasinya di antaranya di Desa Rempung, Pringgasela, Aik Dewa, Jurit, Pengadangan, Montong Betok, hingga Desa Keruak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....