Ketika Gaya Hidup Modern Menggerus Kesehatan

  • 10 Apr 2026 11:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Obrolan santai bertajuk Indonesia Sehat mengalir ringan berlansung di Pro I RRI Mataram, dipandu rekan Mardiana Jumat pagi, 10 April 2026, menyimpan pesan yang tak bisa dianggap sepele. Di balik percakapan tentang gaya hidup modern, terselip fakta yang cukup menggugah : sekitar 75 persen kematian masyarakat Indonesia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM). Hal ini harus diwaspadai seluruh masyarakat tidak terkecuali masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Di tengah perbincangan, dr. Nurrahmi Ilmi mengajak pendengar untuk melihat kembali kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Ia menggambarkan bagaimana kehidupan modern telah mengubah pola hidup manusia menjadi serba instan—dari cara bekerja hingga cara makan.

Kini, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Pekerjaan bisa diselesaikan dari genggaman, makanan datang hanya dengan satu sentuhan aplikasi. Tanpa disadari, tubuh menjadi semakin jarang bergerak. Aktivitas fisik yang dulu menjadi bagian alami kehidupan, perlahan tergantikan oleh kenyamanan teknologi.

“Bukan karena tidak bisa bergerak, tapi karena kita terbiasa dimudahkan,” kira-kira begitu pesan yang ingin disampaikan.

Dampaknya tidak main-main. Penyakit seperti jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal kini menjadi ancaman nyata, bahkan bagi mereka yang berada di usia produktif. Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, ditambah minimnya aktivitas fisik, menjadi kombinasi yang mempercepat risiko tersebut.

Namun, di balik kekhawatiran itu, ada harapan yang ditawarkan—dan ternyata cukup sederhana.

Hidup sehat, menurut dr. Nurrahmi, tidak harus dimulai dengan langkah besar. Tidak perlu langsung berolahraga berat atau menghabiskan waktu di pusat kebugaran. Justru, gerakan kecil yang dilakukan secara rutin bisa memberi dampak besar.

Cukup dengan meluangkan waktu 15 hingga 30 menit setiap hari untuk melakukan peregangan atau stretching, tubuh sudah diajak kembali “hidup”. Gerakan sederhana ini bisa dilakukan di sela-sela aktivitas, bahkan saat bekerja di depan komputer atau sambil memanfaatkan panduan dari ponsel.

Di sinilah teknologi, yang sering disalahkan, justru bisa menjadi bagian dari solusi. Melalui gawai, masyarakat bisa mengakses berbagai informasi tentang olahraga ringan hingga menu makanan sehat. Tinggal bagaimana memilih dan memanfaatkannya dengan bijak.

Lebih dari itu, ada hal lain yang tak kalah penting : kesadaran untuk membatasi diri. Mengurangi waktu menatap layar, menghindari rokok, serta memberi jeda bagi tubuh untuk bergerak dan beristirahat menjadi kunci menjaga keseimbangan.

Sesederhana berdiri sejenak, meregangkan otot, atau menarik napas dalam-dalam di sela pekerjaan, ternyata bisa membantu tubuh tetap bugar dan pikiran lebih rileks.

Obrolan pagi itu pun seolah menjadi pengingat—bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, kesehatan tetap bergantung pada pilihan-pilihan kecil yang kita buat setiap hari.

Dan mungkin, dari langkah kecil itulah, angka 75 persen kamatian yang disebabkan Penyakit Tidak Menular (PTM) perlahan-lahan bisa ditekan. (RRI/Joe)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....