BPJS Kesehatan dan MUI NTB Perkuat Edukasi JKN Lewat Tasbih JKN

  • 23 Jul 2026 20:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui kegiatan Tasbih JKN (Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah JKN) di Kota Mataram, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan melibatkan ulama dan tokoh agama sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan keterlibatan insan dakwah diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus memahami pentingnya menjadi peserta aktif Program JKN.

"Upaya ini bertujuan mendorong masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, yang selaras dengan amanat Undang-Undang serta visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk insan dakwah, kami berharap informasi mengenai Program JKN dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas," ujar Akmal di Mataram.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasihat Syariah BPJS Kesehatan, K.H. Muhammad Cholil Nafis, menegaskan bahwa penyelenggaraan Program JKN sejalan dengan prinsip maqashid syariah, yakni menjaga kesehatan sebagai bagian dari tujuan syariat Islam.

Menurutnya, mekanisme gotong royong dalam JKN juga mencerminkan nilai ta'awun atau saling tolong-menolong yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

"Kami mendorong agar nilai-nilai tersebut menjadi tema dalam ceramah dan sosialisasi di masyarakat. Bergabung dengan BPJS Kesehatan dan rutin membayar iuran merupakan bagian dari menjalankan amanat undang-undang sekaligus amanat keagamaan," ungkap Kiai Nafis.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abdul Chair, mengajak masyarakat melihat Program JKN sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga.

Ia menilai Program JKN menjadi wujud komitmen bangsa dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih adil tanpa membedakan kemampuan ekonomi masyarakat.

"Melalui Program JKN, bangsa Indonesia memilih jalan peradaban yang lebih berkeadilan. Tidak boleh ada satu pun warga kehilangan kesempatan untuk hidup sehat hanya karena tidak memiliki biaya. Di situlah negara hadir melindungi rakyatnya dengan semangat gotong royong," ujar Abdul Chair.

Abdul Chair menambahkan, konsep ta'awun juga tercermin dalam mekanisme pembiayaan Program JKN, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit melalui iuran yang dibayarkan secara rutin.

"Ketika kita sehat, iuran yang kita bayarkan dapat membantu saudara kita yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Sebaliknya, ketika kita sakit, masyarakat lain membantu kita melalui sistem yang sama. Inilah wujud solidaritas sosial yang luar biasa, bahkan dapat menjadi amal jariyah," ungkapnya.

Melalui sinergi BPJS Kesehatan, MUI NTB, pemerintah daerah, serta para insan dakwah, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap semangat gotong royong dalam Program JKN semakin meningkat. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mendorong masyarakat menjadi peserta JKN yang aktif sehingga tercipta masyarakat NTB yang sehat, terlindungi, dan memiliki akses terhadap layanan kesehatan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....