Diduga Imunisasi Tak Lengkap akibat Pandemi Covid, Serangan Campak Meningkat
- 02 Apr 2026 11:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Sebanyak 270 pasien dengan status suspek campak menjalani perawatan di RSUD Dompu.
Data tersebut merupakan catatan per 1 April 2026 dan menunjukkan tingginya kasus campak di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Meningkatnya kasus ini diduga berkaitan dengan tidak lengkapnya imunisasi campak dan rubella (MR) pada anak-anak. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maria Ulfa, menyebut mayoritas pasien berasal dari kelompok usia balita.
“Jika dilihat dari rata-rata usia pasien, sebagian besar berusia sekitar 5 tahun atau kelahiran 2021 hingga 2022. Ini menguatkan dugaan bahwa imunisasi mereka tidak lengkap,” katanya, Kamis, 2 April 2026.
Menurut Maria Ulfa, kondisi tersebut tidak lepas dari dampak pandemi COVID-19 sekitar lima tahun lalu. Pada masa itu, terjadi kekosongan vaksin MR sehingga banyak balita tidak mendapatkan imunisasi secara utuh.
Selain itu, pemerintah saat itu lebih memfokuskan pada pemenuhan vaksin COVID-19.
Situasi semakin diperparah dengan adanya pembatasan pergerakan masyarakat yang menyebabkan layanan Posyandu sempat ditiadakan.
“Akibatnya, banyak anak yang terlewat dari layanan imunisasi rutin, termasuk vaksin MR,” jelasnya.
Meski kasus campak mulai terdeteksi sejak awal Maret, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu mencatat adanya tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menjadi sinyal positif, meskipun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
Pemerintah daerah kini terus mendorong percepatan imunisasi kejar guna menekan penyebaran campak, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....