Dinkes KLU Targetkan 90 Persen Cakupan Cek Kesehatan Gratis Tahun 2026

  • 31 Mar 2026 16:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terus mengakselerasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari kebijakan nasional di bidang kesehatan. Setelah mencatat capaian di atas 40 persen pada tahun 2025, program tersebut kini ditargetkan menjangkau hingga 90 persen masyarakat pada tahun 2026.

Program yang diinisiasi pemerintah pusat ini telah berjalan di Lombok Utara sejak tahun lalu dan melibatkan seluruh fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit umum daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, dr. H. Lalu Bahrudin, menegaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Cek kesehatan gratis ini adalah program pemerintah pusat yang wajib kita laksanakan di daerah. Namun lebih dari itu, ini adalah langkah penting untuk memastikan masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci dalam mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong partisipasi masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut.

Ia mengakui, respons masyarakat terhadap program ini masih beragam. Sebagian menyambut positif karena merasa terbantu, namun tidak sedikit pula yang masih diliputi kekhawatiran saat akan memeriksakan diri.

“Ada yang senang karena bisa cek kesehatan tanpa biaya, tapi ada juga yang takut mengetahui hasilnya. Ini hal yang wajar. Justru di sinilah pentingnya edukasi agar masyarakat memahami bahwa mengetahui kondisi kesehatan lebih awal itu sangat penting,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, seluruh warga yang mengikuti pemeriksaan akan mendapatkan layanan secara menyeluruh. Jika ditemukan indikasi penyakit, maka akan langsung dilakukan tindak lanjut, baik melalui pengobatan maupun rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

“Setiap warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan akan kami follow up dan ditangani secara medis. Dan itu semua gratis,” tegasnya.

Dinas Kesehatan juga memastikan bahwa tidak ada pungutan biaya dalam seluruh rangkaian layanan program tersebut. Hal ini diharapkan dapat menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menjadi salah satu penyebab rendahnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Untuk mencapai target 90 persen pada tahun 2026, berbagai strategi terus dilakukan, termasuk memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat desa serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.

Tenaga kesehatan juga aktif melakukan pendekatan langsung melalui kegiatan promotif dan preventif, guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Harapan kami, di tahun 2026 ini cakupan bisa terus meningkat, bahkan mendekati 100 persen. Karena semakin banyak masyarakat yang memeriksakan diri, maka semakin besar peluang kita mencegah penyakit lebih dini,” ujar Bahrudin.

Program Cek Kesehatan Gratis ini diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi mampu membentuk kebiasaan baru di tengah masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka.

Dengan keterlibatan seluruh fasilitas kesehatan dan dukungan masyarakat, Lombok Utara optimistis mampu mencapai target yang telah ditetapkan sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....