Menghadapi Rekan Kerja "Drama Queen" tanpa Kuras Emosi
- 30 Mar 2026 18:01 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Dunia kerja sering kali menjadi panggung sandiwara bagi sebagian orang. Menghadapi rekan kerja yang hobi memicu drama atau bersikap problematik sering kali terasa lebih menguras energi daripada beban pekerjaan itu sendiri. Jika tidak dikelola dengan tepat, dinamika ini bisa merusak kesehatan mental dan produktivitas harian kita.
Secara psikologis, individu yang cenderung dramatis sering kali mencari validasi atau perhatian melalui konflik. Para ahli menyarankan penerapan emotional boundary atau batasan emosi yang tegas. Kita tidak bisa mengontrol perilaku orang lain, tetapi kita punya kuasa penuh atas respons kita sendiri. Salah satu teknik yang kerap disarankan adalah Grey Rock Method, yaitu bersikap datar dan membosankan layaknya batu abu-abu agar si pembuat drama kehilangan minat untuk memancing emosi Anda.
Dari sisi sosiologi, perilaku problematik di kantor sering kali muncul akibat persaingan status atau rasa tidak aman dalam struktur organisasi. Penting untuk menjaga profesionalisme kolektif dan tidak terjebak dalam kubu-kubuan yang saling menjatuhkan. Fokuslah pada tujuan objektif pekerjaan agar narasi drama yang mereka bangun tidak memiliki landasan kuat untuk berkembang di ruang publik kantor.
Trik Menghadapi Situasi
- Dokumentasi adalah Kunci: Selalu simpan bukti percakapan atau instruksi kerja melalui pesan teks atau email. Ini adalah benteng pertahanan utama jika terjadi adu argumen atau manipulasi fakta.
- Pilih Pertempuran Anda: Tidak semua sindiran harus dibalas. Terkadang, diam adalah bentuk intimidasi terbaik bagi mereka yang mengharapkan keributan.
- Bangun Support System: Temukan rekan kerja lain yang satu visi dan memiliki energi positif. Memiliki "ruang aman" untuk berbagi keluh kesah secara sehat dapat menjaga kewarasan Anda.
- Batasi Urusan Pribadi: Jangan terlalu terbuka mengenai kehidupan pribadi di kantor. Informasi pribadi sering kali menjadi amunisi bagi orang yang problematik untuk menciptakan gosip baru.
Seorang karyawan swasta di Mataram membagikan pengalamannya
"Kadang diam adalah bentuk intimidasi terbaik. Saya memilih untuk tidak membalas sindiran di grup WhatsApp kantor, dan ternyata itu membuat mereka berhenti sendiri karena tidak mendapat panggung."
Menghadapi rekan kerja yang sulit memang menantang, namun jangan biarkan drama mereka menjadi pusat semesta Anda. Tetaplah fokus pada pengembangan diri, karena pada akhirnya, performa kerja yang nyata akan bicara lebih keras daripada desas-desus di ruang istirahat.
Referensi Sumber:
Psychology Today: Handling High-Conflict People in the Workplace
Harvard Business Review: How to Deal with a Passive-Aggressive Colleague
Mind Tools: Dealing with Difficult People
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....