Penderita Hidrosefalus di Lombok Tengah, Dapat Intervensi Terpadu

  • 28 Mar 2026 19:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah— Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bergerak cepat (gercep) menangani warga rentan. Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si langsung turun ke lapangan memimpin intervensi terpadu bagi seorang anak penderita hidrosefalus di Desa Kawo.

Aksi cepat ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga pemerintah desa setempat. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan dr. Mamang, Kepala Dinas Sosial H. Masnun, serta Kepala Desa Kawo.

Wabup Nursiah menegaskan, kehadiran pemerintah harus dirasakan secara nyata, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.

"Kita pastikan tidak ada warga yang terabaikan. Penanganan harus cepat, tepat, dan berkelanjutan,” jelasnya Sabtu, 28 Maret 2026.

Anak tersebut diketahui berasal dari keluarga kurang mampu dan telah terdata sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), serta penerima PBI Jaminan Kesehatan. Kondisi ini langsung direspons dengan intervensi menyeluruh agar bantuan tidak bersifat sesaat, melainkan berkesinambungan.

Dinas Kesehatan memastikan pendampingan medis dilakukan secara rutin. “Kami akan terus memantau kondisi anak melalui layanan kesehatan agar tetap terkontrol,” ujar dr. Mamang.

Sementara itu, Dinas Sosial memperkuat dukungan perlindungan sosial bagi keluarga. “Bantuan akan kami pastikan tepat sasaran dan berkelanjutan,” kata H. Masnun.

Dalam kunjungan tersebut, pemda juga menyalurkan berbagai bantuan, seperti paket sembako, nutrisi, kasur, selimut, hingga bantuan ayam petelur sebagai upaya mendorong ketahanan ekonomi keluarga.

Kepala Desa Kawo mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah yang dinilai sangat membantu warganya. Ia berharap sinergi lintas sektor ini terus berlanjut.

"Langkah gerak cepat ini menjadi bukti komitmen Pemkab Lombok Tengah dalam memperkuat perlindungan sosial, menekan angka kemiskinan, serta menghadirkan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....