Jaga Kesehatan Selama Puasa Hindari Minuman Instan Jalanan

  • 27 Feb 2026 12:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Dalam tiga bulan terakhir, pedagang es teh jumbo menjamur di sepanjang jalan protokol dan pusat-pusat keramaian di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Gerai dengan berbagai merek dan lisensi itu tumbuh pesat, baik yang berbasis waralaba maupun yang berdiri secara mandiri.

Menariknya, sebagian besar pedagang menggunakan bahan baku teh instan, bukan racikan tradisional. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama para orang tua yang cemas terhadap kandungan minuman serba instan yang dikonsumsi anak-anak mereka.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Omiyati Fatimah, menegaskan pihaknya akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pemeriksaan lapangan guna memastikan keamanan bahan baku yang digunakan para penjual es teh jumbo.

“Kami akan melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap bahan baku yang digunakan, untuk memastikan aman dan layak konsumsi,” katanya, Jum’at, 26 Febriari 2026.

Menurut Omiyati, pengawasan tidak hanya dilakukan sekali. Tim dari Bidang Layanan Kesehatan akan rutin turun ke lapangan minimal satu bulan sekali untuk melakukan pemantauan dan pengawasan berkala.

Selain meneliti kandungan teh instan yang digunakan, Dinas Kesehatan juga akan memeriksa bahan pendukung lainnya.

Air sebagai media campuran dan es batu sebagai pelengkap minuman menjadi perhatian khusus, mengingat keduanya sangat berpengaruh terhadap kualitas dan keamanan produk yang dijual.

“Air dan es batu akan kami periksa juga. Jangan sampai sumber air yang digunakan tidak higienis atau es batu yang diproduksi tidak sesuai standar kesehatan,” katanya.

Omiyati menegaskan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan kandungan berbahaya atau bahan yang tidak memenuhi standar kesehatan, pihaknya tidak akan segan menghentikan aktivitas penjualan es teh jumbo tersebut.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Merebaknya pedagang es teh jumbo di Dompu dinilai sebagai fenomena tren usaha minuman kekinian. Namun di balik peluang ekonomi itu, aspek kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah agar konsumsi minuman tersebut tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....