Universitas Terbuka Jadi Pilihan Anak Muda, 80 Persen Mahasiswa Berusia 18–25 Tahun

  • 07 Okt 2026 13:14 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Terbuka (UT) selama ini kerap dipersepsikan sebagai perguruan tinggi yang banyak dipilih pekerja karena sistem kuliahnya fleksibel. Namun, komposisi mahasiswa UT secara nasional menunjukkan kelompok usia muda justru mendominasi.

Direktur UT Mataram, Ronny Basista, S.Ag., M.Si., Ph.D., mengatakan sekitar 80 persen dari total mahasiswa UT yang mencapai sekitar 856 ribu orang berada pada rentang usia 18–25 tahun. Mereka terdiri atas lulusan baru SMA atau sederajat yang belum bekerja maupun mahasiswa yang mulai bekerja sambil melanjutkan pendidikan.

“80 persen mahasiswa kami masih muda, fresh graduate yang belum bekerja atau yang masih sambil bekerja, usia 18 sampai 25 tahun,” ungkapnya, Rabu 7 Oktober 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh tidak hanya menjadi pilihan bagi pekerja. Bagi generasi muda, fleksibilitas waktu dan tempat belajar juga menjadi pertimbangan dalam menentukan perguruan tinggi.

Ronny mengatakan mahasiswa yang baru lulus SMA atau SMK tetap dapat memilih UT untuk melanjutkan pendidikan. Bahkan ketika nantinya mendapatkan pekerjaan, aktivitas perkuliahan tidak harus dihentikan.

“Ada juga yang fresh graduate dari SMA atau SMK. Mereka lulus SLTA, rencana mau bekerja, tetapi ingin kuliah. Itu juga banyak mahasiswa kita dari golongan itu,” ujarnya.

Di NTB, UT Mataram kini memiliki sekitar 7.200 mahasiswa yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Sebagian di antaranya berasal dari kelompok muda yang memilih melanjutkan pendidikan dengan sistem belajar mandiri dan jarak jauh.

Sistem tersebut memungkinkan mahasiswa mempelajari materi tanpa harus datang ke kampus secara rutin. Bahan ajar disediakan dalam bentuk cetak maupun digital, sementara tutorial online digunakan untuk memberikan pendampingan selama proses pembelajaran.

“Mahasiswa diberi bantuan tutorial online. Mereka ikut diskusi dan menanyakan materi yang kurang dipahami melalui diskusi di tutorial online,” jelas Ronny.

Menurutnya, pola tersebut cukup sesuai dengan karakter generasi muda yang terbiasa menggunakan teknologi dalam aktivitas sehari-hari. Mahasiswa dapat mengikuti tutorial tanpa harus terikat pada lokasi tertentu.

“Anak-anak Gen Z senang dengan kegiatan tutorial online yang tidak membatasi gerak mereka,” katanya.

Dari sisi pilihan akademik, UT menyediakan beragam program studi bagi calon mahasiswa. Untuk jenjang sarjana terdapat empat fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Sains dan Teknologi.

UT juga memiliki sekolah pascasarjana dan sekolah vokasi. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 39 program studi pada jenjang sarjana, sementara program magister dan doktor juga tersedia pada bidang tertentu.

Ronny menyebut Manajemen menjadi salah satu program studi yang paling banyak diminati. Selain itu, Hukum, Akuntansi, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Sistem Informasi, serta Perencanaan Wilayah dan Kota juga menjadi pilihan mahasiswa.

Namun, banyaknya pilihan program studi membuat calon mahasiswa perlu mempertimbangkan jurusan secara matang. Minat, cita-cita, dan arah karier sebaiknya menjadi dasar sebelum menentukan program studi.

“Pertama, sesuaikan dengan cita-cita kita. Kita ini ingin jadi apa. Yang kedua, sesuaikan dengan bidang kerja kita saat ini. Kemudian sesuaikan dengan passion kita sendiri,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan calon mahasiswa untuk memeriksa informasi program studi beserta akreditasinya melalui kanal resmi UT. Langkah tersebut penting agar pilihan pendidikan sesuai dengan rencana akademik maupun karier yang ingin dibangun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....