Rektor UIN Mataram Minta Verifikasi KIP Kuliah Jangkau Seluruh Sasaran
- 07 Okt 2026 11:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram memperketat proses seleksi calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan melakukan verifikasi langsung ke tempat tinggal calon penerima di seluruh kabupaten/kota sasaran di Nusa Tenggara Barat.
Verifikasi dilakukan serentak pada 3–7 Oktober 2026. Tim gabungan UIN Mataram diterjunkan sesuai pembagian wilayah untuk memastikan kondisi calon penerima yang menjadi dasar dalam proses seleksi dapat diketahui secara langsung.
Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., meminta seluruh tim tidak hanya mengandalkan dokumen yang disampaikan calon penerima. Kondisi sosial dan ekonomi di lapangan juga perlu dipastikan agar bantuan pendidikan diberikan sesuai dengan ketentuan.
“Saya mengapresiasi seluruh tim yang telah bekerja dan turun langsung ke lapangan. Saya minta semua tim bekerja serentak dan terkoordinasi, menjangkau seluruh titik sasaran,” pesannya, Rabu 7 Oktober 2026.
Menurut Prof. Masnun, jarak dan lokasi tidak boleh menjadi alasan adanya calon penerima yang tidak terverifikasi. Karena itu, tim diminta bergerak secara simultan berdasarkan wilayah tugas masing-masing.
Dalam kunjungan tersebut, petugas memeriksa sejumlah kondisi yang berkaitan dengan kelayakan calon penerima. Verifikasi mencakup kondisi tempat tinggal, pekerjaan dan kondisi ekonomi orang tua, jumlah anggota keluarga, serta informasi lain yang diperlukan dalam proses seleksi KIP Kuliah.
Tim juga berkomunikasi langsung dengan calon mahasiswa dan keluarga untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi sosial ekonomi mereka. Hasil kunjungan selanjutnya menjadi bahan verifikasi dalam proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pola kerja serentak membuat tim UIN Mataram harus menjangkau berbagai karakter wilayah di NTB. Sasaran visitasi tidak hanya berada di kawasan perkotaan, tetapi juga wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat pemerintahan maupun kampus.
Salah satu tim bahkan melakukan perjalanan hingga Kabupaten Bima dan Sape di Pulau Sumbawa. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan calon penerima yang berada di wilayah jauh tetap memperoleh proses verifikasi secara langsung.
Komandan Tim Lapangan Visitasi KIP Kuliah mengatakan pembagian wilayah dan koordinasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan verifikasi. Setiap tim bergerak sesuai wilayah tugas untuk memastikan seluruh sasaran dapat dijangkau dalam waktu yang telah ditentukan.
“Kami bergerak sesuai wilayah masing-masing dan terus berkoordinasi agar seluruh titik sasaran dapat dijangkau. Prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa data yang masuk benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Tim yang diterjunkan dalam visitasi berasal dari sejumlah unsur di UIN Mataram, mulai dari bagian akademik, umum dan kepegawaian, perencanaan dan keuangan, hingga humas. Keterlibatan lintas bagian tersebut mendukung pelaksanaan verifikasi agar berjalan secara terkoordinasi.
Visitasi langsung menjadi salah satu tahapan yang digunakan UIN Mataram untuk memperkuat objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran dalam pengelolaan KIP Kuliah.
Melalui kunjungan yang dilakukan serentak hingga wilayah terjauh NTB, UIN Mataram berupaya memastikan proses seleksi calon penerima tidak hanya didasarkan pada data administratif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata calon mahasiswa di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....