Bupati Lombok Timur Dorong Pesantren Perkuat Pencegahan Kekerasan

  • 05 Okt 2026 16:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu pengetahuan umum dan agama, tetapi juga menjadi ruang untuk memahami Al-Qur’an, mempelajari adab, akhlak, kedisiplinan, serta moral sesuai tuntunan Islam. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bedah Buku Pandu Thohir Yasin Menolak Kekerasan di Pesantren, Senin 5 Oktober 2026.

Bupati mengapresiasi pihak Pesantren Thohir Yasin yang menerbitkan buku dengan mengangkat isu sensitif terkait kekerasan di lingkungan pesantren. Menurutnya, penerbitan buku tersebut menjadi bukti komitmen pesantren dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual maupun kekerasan fisik, sekaligus diharapkan dapat menjadi contoh bagi pesantren lainnya di Lombok Timur.

Ia juga mengingatkan pentingnya sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Dikatakannya, tidak boleh ada perundungan, pelecehan, olok-olokan, perundungan verbal maupun caci maki di lingkungan pendidikan, terlebih di pesantren yang menjadi tempat orang tua menitipkan anak-anaknya untuk mendapatkan pendidikan agama dan pembentukan karakter.

"Para orang tua mempercayakan anak-anak mereka ke pesantren dengan harapan mereka mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai hal-hal tersebut," ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi penulis buku, Joko Jumadi, dan berharap gagasan positif yang dituangkan dalam buku tersebut dapat menular ke pesantren lainnya. Ia berharap kegiatan bedah buku serupa dapat dilaksanakan di berbagai pondok pesantren di Lombok Timur sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang santri.

Lebih lanjut, Bupati menekankan buku yang telah diterbitkan tersebut tidak cukup hanya dibaca, tetapi harus dipahami dan diterapkan oleh ustadz, guru, pemangku kepentingan, santri hingga wali santri.

"Buku ini harus dibaca dan dipraktikkan secara nyata, bukan hanya dibaca judulnya lalu disimpan di rak," kata Bupati.

Bupati menambahkan, kapabilitas para narasumber dalam kegiatan bedah buku tersebut tidak diragukan. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku langsung memutuskan hadir setelah melihat selebaran kegiatan, dengan harapan nilai-nilai yang disampaikan dalam buku dapat dipahami dan dipraktikkan oleh seluruh pihak.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat Ma’had Aly Thohir Yasin tersebut turut dihadiri Sekda Lombok Timur, Ketua Yayasan, tuan guru, jajaran pengurus Thohir Yasin, ustadz dan ustadzah, Kementerian Agama, serta para santri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....