Bupati Dorong Pelatihan Berbasis Kompetensi Sesuai Kebutuhan Pasar

  • 08 Sep 2026 19:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan bahwa program pelatihan berbasis kompetensi memberikan manfaat besar bagi masyarakat Ini khususnya dalam membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi modal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.

Dikatannya, lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi belum tentu langsung memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja sehingga pelatihan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kompetensi. Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri penutupan Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi sekaligus penyerahan bantuan peralatan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Tahun Anggaran 2026, Selasa, 8 September 2026.

Ia menilai pelatihan yang diberikan harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

“Pelatihan ini sangat positif dan sangat bermanfaat bagi peserta, karena tidak semua lulusan sekolah maupun perguruan tinggi langsung memiliki keterampilan praktis. Melalui pelatihan inilah mereka ditempa dan diberikan keahlian yang nyata,” ujar Bupati.

Bupati meminta agar ke depan jenis pelatihan yang diberikan tidak dilakukan secara berulang tanpa melihat kebutuhan daerah dan perkembangan pasar kerja. Menurutnya, diperlukan pemetaan kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan latar belakang peserta serta potensi sumber daya alam (SDA) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Jangan pelatihannya itu-itu saja, harus ada pemetaan. Lihat kebutuhan masyarakat, lihat potensi daerahnya, dan lihat juga peluang pasar. Penyedia pelatihan harus jeli melihat peluang yang ada,” katanya.

Selain menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, Bupati menekankan pentingnya memperhatikan bakat dan minat peserta. Bantuan peralatan yang diberikan pun diharapkan sesuai dengan bidang keterampilan yang ditekuni sehingga dapat langsung dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha atau menunjang pekerjaan.

Ia juga mengapresiasi munculnya berbagai jenis pelatihan kekinian, termasuk pelatihan content creator, yang dinilai memiliki peluang cukup besar seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan industri kreatif. Bupati berharap pelatihan semacam itu terus dikembangkan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Atas nama Pemerintah Daerah Lombok Timur, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan menerima bantuan peralatan. Ia berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal serta tidak ragu kembali mengikuti pembelajaran apabila masih membutuhkan pendalaman materi.

“Kalau masih merasa perlu memperdalam ilmu, jangan ragu datang kembali untuk belajar dan memantapkan materi. Dengan begitu, keterampilan yang dimiliki semakin kuat dan kepercayaan diri juga semakin meningkat,” katanya.

Bupati juga berharap komunikasi dan koordinasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Ketenagakerjaan dapat terus terjaga. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk memastikan program pelatihan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja.

Sementara itu, Perwakilan BPVP Lombok Timur Haeruziyat menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan anggaran APBN kepada sejumlah lembaga pelatihan sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai sekitar 31 ribu orang. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan pelatihan tidak hanya siap bekerja tetapi juga mampu berwirausaha.

“Orientasi pelatihan ini bukan hanya berdasarkan minat pribadi, tetapi bagaimana kompetensi yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan industri. Harapannya setelah selesai pelatihan peserta benar-benar siap bekerja maupun membuka usaha,” jelas Haeruziyat.

Ia menjelaskan, pada Agustus 2026 pemerintah pusat memberikan Anggaran Belanja Tambahan, sehingga LLK Selong memperoleh alokasi pelatihan bagi 720 peserta yang dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa batch. Selain memperoleh pembekalan dari para instruktur, peserta juga mendapatkan fasilitas berupa peralatan penunjang usaha.

Haeruziyat mengimbau seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh agar keterampilan yang diperoleh dapat membuka peluang karier sekaligus memberikan ruang kepada calon peserta pada gelombang berikutnya.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati tersebut dirangkaikan dengan penyematan kartu nama secara simbolis oleh Bupati. Selanjutnya, Bupati bersama Wakil Bupati Lombok Timur menyerahkan bantuan peralatan dari dana DBH-CHT secara simbolis kepada perwakilan penerima, yang dilanjutkan dengan penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten, Staf Ahli, sejumlah pimpinan OPD, perwakilan BPVP, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), para instruktur, serta alumni pelatihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....