Menuju Kongres Internasional, Prakongres Bahasa Sasak Bahas Empat Isu
- 06 Sep 2026 10:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama MAS menggelar Prakongres Internasional I Bahasa Sasak sebagai bagian dari persiapan menuju Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 30 Oktober 2026.
Prakongres digelar di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur Provinsi NTB, Sabtu 5 September 2026, dan diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas akademisi, budayawan, sastrawan, serta masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menghimpun gagasan sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan keberlangsungan bahasa dan sastra Sasak. Hasil pembahasan selanjutnya akan menjadi bahan yang dibawa dalam Kongres Internasional I Bahasa Sasak.
Dalam pelaksanaannya, Balai Bahasa Provinsi NTB turut berkontribusi dalam penyusunan konsep kegiatan serta menyiapkan materi untuk pembahasan dalam sidang komisi.
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhammad Ihwan, yang hadir mewakili Gubernur NTB. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga dan mengembangkan bahasa Sasak.
Menurutnya, pelaksanaan kongres merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, akademisi, budayawan, sastrawan, serta masyarakat.
“Kongres ini menjadi gawai kita bersama. Kita tidak bisa melaksanakan kegiatan ini sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tema yang diangkat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Bahasa Sasak dinilai memiliki posisi penting sebagai bagian dari identitas masyarakat Sasak sehingga upaya pelestarian dan pengembangannya perlu dilakukan secara bersama.
Dalam prakongres, peserta dibagi ke dalam empat komisi untuk membahas sejumlah isu strategis terkait bahasa dan sastra Sasak. Masing-masing komisi kemudian menyusun rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang akan dibawa ke forum kongres.
Komisi pertama membahas digitalisasi bahasa dan sastra Sasak. Pembahasan ini berkaitan dengan upaya membawa bahasa dan sastra Sasak ke dalam ruang digital agar lebih mudah diakses dan dipelajari oleh masyarakat.
Komisi kedua membahas pembinaan dan pengajaran bahasa serta sastra Sasak. Sementara komisi ketiga berfokus pada pelestarian dan perlindungan bahasa dan sastra Sasak.
Adapun komisi keempat membahas pengembangan tata bahasa, aksara, sastra, dan tata istilah bahasa Sasak.
Setelah melalui pembahasan di masing-masing komisi, seluruh peserta mengikuti sidang pleno untuk menyampaikan hasil diskusi. Dari forum tersebut, disepakati lima tema yang selanjutnya akan dipilih dan dikembangkan sebagai bahan pembahasan dalam Kongres Internasional I Bahasa Sasak.
Kongres Internasional I Bahasa Sasak sendiri dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 30 Oktober 2026. Rangkaian prakongres diharapkan dapat memastikan isu dan rekomendasi yang dibawa ke kongres benar-benar merepresentasikan kebutuhan pengembangan bahasa dan sastra Sasak.
Melalui keterlibatan berbagai unsur, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum akademik dan kebudayaan, tetapi juga menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat pelestarian, pengajaran, pengembangan, serta pemanfaatan bahasa Sasak di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....