Rektor UIN Mataram Dorong Mahasiswa Pascasarjana untuk Bangun Tradisi Riset

  • 02 Sep 2026 05:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. meminta mahasiswa baru Pascasarjana mulai mempersiapkan penelitian sejak awal masa studi. Mahasiswa magister dan doktor dinilai tidak cukup hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Masnun saat memberikan arahan sekaligus keynote speech dalam Orientasi Akademik Mahasiswa (OAM) Pascasarjana UIN Mataram Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium Kampus II UIN Mataram, Selasa 1 September 2026.

Menurutnya, mahasiswa perlu mulai mengenali bidang kajian yang diminati sejak semester awal. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan memperbanyak membaca literatur, mengidentifikasi persoalan akademik, hingga menyusun kerangka penelitian yang nantinya dapat dikembangkan menjadi tesis maupun disertasi.

Budaya membaca, lanjut Prof. Masnun, menjadi bagian penting dalam membangun fondasi penelitian. Literatur yang digunakan dalam perkuliahan tidak seharusnya hanya dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas, tetapi dikumpulkan dan dipelajari secara sistematis untuk memperkuat landasan teori dan konsep penelitian.

Dengan pola tersebut, proses perkuliahan dan penelitian dapat berjalan beriringan. Mata kuliah menjadi ruang untuk memperluas perspektif, sementara berbagai persoalan yang ditemukan mahasiswa dapat menjadi bahan awal dalam menentukan arah penelitian.

Prof. Masnun juga mendorong mahasiswa Pascasarjana membangun identitas sebagai insan akademik dengan aktif mengikuti seminar, diskusi, konferensi nasional maupun internasional, serta berbagai forum ilmiah lainnya. Menurutnya, keterlibatan dalam ruang akademik akan membantu mahasiswa memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring keilmuan.

Dalam konteks pendidikan Islam, ia mengaitkan tradisi akademik tersebut dengan prinsip ḥifẓ al-‘aql, yakni menjaga dan mengembangkan akal. Pendidikan tinggi, menurutnya, tidak berhenti pada proses transfer pengetahuan, tetapi harus mampu melahirkan kemampuan intelektual yang memberikan manfaat.

Mahasiswa juga diminta proaktif mencari berbagai peluang pengembangan diri, termasuk beasiswa dan program peningkatan kapasitas akademik. Kesempatan tersebut dinilai perlu dicari secara aktif, bukan hanya menunggu datangnya peluang.

Untuk membangun motivasi mahasiswa, Masnun menyampaikan ungkapan “ATM: Allah Tempat Minta” sebagai pengingat bahwa ikhtiar akademik perlu berjalan bersama doa dan ketergantungan kepada Allah Swt.

Pesan tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa baru Pascasarjana UIN Mataram agar tidak menjadikan tesis dan disertasi sebagai pekerjaan yang baru dimulai menjelang akhir masa studi. Proses penelitian diharapkan tumbuh sejak awal melalui kebiasaan membaca, berpikir kritis, berdiskusi, meneliti, dan menulis.

Dengan membangun tradisi akademik sejak semester awal, mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kebaruan, relevansi, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....