Kanwil Kemenag NTB Dorong FKSPP Lombok Timur Perkuat Kolaborasi Pesantren

  • 31 Agt 2026 20:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat sinergi bersama Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Lombok Timur untuk mendorong kemajuan pendidikan keagamaan. Penguatan tersebut dilakukan melalui silaturahmi dan konsolidasi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lombok Timur, Senin 24 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti unsur pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Lombok Timur, serta melibatkan pemerintah daerah, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Dinas Sosial, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait. Kanwil Kemenag NTB diwakili Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) dan Ma’had Aly, H. Hasbul Manan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengapresiasi kegiatan yang menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, Kementerian Agama, dan pesantren tersebut. Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.

Karena itu, menurut Juaini, penguatan pesantren membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda dan kehidupan sosial masyarakat.

Kehadiran FKSPP dinilai penting sebagai wadah komunikasi antarpesantren sekaligus jembatan koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui forum tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi pesantren dapat dibahas bersama untuk menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

H. Hasbul Manan mengatakan Kanwil Kemenag NTB terus berupaya hadir di tengah pesantren melalui pendampingan dan edukasi. Menurutnya, penguatan komunikasi menjadi bagian penting untuk memastikan pesantren dapat terus berkembang sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kami terus hadir di tengah-tengah pesantren di Nusa Tenggara Barat, memberikan pendampingan maupun edukasi,” ujar Hasbul.

Ia berharap konsolidasi FKSPP tidak berhenti sebagai kegiatan silaturahmi, tetapi dapat menjadi ruang kerja bersama dalam memperkuat kelembagaan pesantren. Kolaborasi antara pesantren, Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan lembaga terkait dinilai diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan keagamaan.

Penguatan tersebut mencakup aspek pendidikan, pembinaan karakter, tata kelola kelembagaan, hingga penciptaan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan sinergi yang semakin kuat, pesantren diharapkan mampu terus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lombok Timur.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya kuat dalam aspek keagamaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....