Sekolah Dulu, Merarik Belakangan, Kemenag NTB Dorong Siswa Lanjut Kuliah
- 09 Sep 2026 11:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong para siswa untuk mengutamakan pendidikan dan menunda pernikahan hingga mereka memiliki kesiapan yang cukup.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag NTB, Drs. H. Nasrullah, dalam kegiatan RRI Fest bertajuk"Harmoni dalam Aksi, Bersama Membangun Negeri di MAN 1 Mataram, Rabu 9 September 2027. Ia menekankan pentingnya ilmu sebagai bekal utama untuk menjalani kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.
“Kalau kalian ingin hidup bahagia, selamat dan tenang di dunia maupun akhirat, harus memiliki ilmu,” ujar Nasrullah.
Menurut dia, mencari ilmu harus dilakukan melalui proses belajar yang berkelanjutan. Karena itu, siswa tidak seharusnya berhenti menempuh pendidikan setelah menyelesaikan jenjang madrasah atau sekolah menengah.
Nasrullah mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), bahkan hingga meraih gelar profesor sesuai bidang keilmuan dan kemampuan masing-masing.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak menjadikan pernikahan sebagai pilihan utama setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
“Sekolah dulu, merari belakangan,” katanya.
Menurut Nasrullah, pernikahan pada usia terlalu muda berisiko menimbulkan berbagai persoalan, terutama apabila pasangan belum memiliki kesiapan fisik, mental, pengetahuan, maupun kondisi ekonomi.
Ia menilai kesiapan tersebut penting karena pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga membangun keluarga dan mempersiapkan generasi berikutnya.
Nasrullah kemudian menyinggung data pernikahan anak di NTB. Berdasarkan data yang disampaikannya, pada 2025 tercatat sekitar 1.963 anak menikah di bawah umur. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.521 anak tercatat melahirkan di usia di bawah umur berdasarkan data yang ia sebut berasal dari puskesmas.
Data tersebut, kata dia, menjadi perhatian bersama karena kehamilan dan persalinan pada usia yang terlalu muda dapat membawa risiko terhadap kesehatan ibu dan anak.
Ia mengajak para siswa untuk tidak terburu-buru menikah dan memanfaatkan masa sekolah untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kualitas diri.
“Jangan sampai setelah selesai sekolah kemudian ada niat untuk tidak melanjutkan pendidikan dan memilih menikah. Kejarlah ilmu sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya dan setinggi-tingginya,” pesan Nasrullah.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk mempersiapkan kehidupan seseorang sekaligus membangun keluarga dan generasi yang lebih kuat.
Karena itu, Nasrullah berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin dan menjadikan pendidikan sebagai prioritas sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....