87 BCKS NTB Disiapkan Jadi Penggerak Transformasi Pendidikan
- 01 Sep 2026 09:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pelatihan bagi bakal calon kepala sekolah di Nusa Tenggara Barat tidak berhenti pada pembelajaran teori kepemimpinan. Sebanyak 87 peserta juga diarahkan menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi projek perubahan yang dapat diterapkan di satuan pendidikan.
Arahan tersebut disampaikan dalam Pembukaan Pelatihan Integratif Transformatif Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Skema APBN Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pelatihan berlangsung selama 10 hari. Selama proses tersebut, peserta akan mendapatkan pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memimpin, tetapi juga mendorong mereka melihat persoalan pendidikan dan merancang langkah perubahan yang dapat dilakukan di sekolah.
Kasubag Umum Direktorat KSPSTK Kemendikdasmen, Dr. Rita Dwi Suspalupi, S.E., M.Ak., yang hadir mewakili Direktur KSPSTK Kemendikdasmen, menegaskan bahwa proses pendidikan calon kepala sekolah harus menghasilkan sesuatu yang dapat diterapkan.
Menurut Rita, setiap peserta nantinya perlu menyusun rancangan projek perubahan sebagai bagian dari tahapan pendidikan. Projek tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menghubungkan materi yang dipelajari dengan kebutuhan nyata di satuan pendidikan.
Dengan pendekatan tersebut, pelatihan tidak hanya menghasilkan calon kepala sekolah yang memahami konsep kepemimpinan. Peserta juga diharapkan memiliki gagasan konkret mengenai perubahan yang dapat dilakukan ketika nantinya mendapat tanggung jawab memimpin sekolah.
Tantangan perubahan juga menjadi perhatian Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan.
Karena itu, calon kepala sekolah dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membangun kekuatan melalui kolaborasi. Menurut Syamsul, sekolah tidak bisa dikembangkan hanya berdasarkan keputusan seorang pemimpin.
Kepala sekolah perlu melibatkan guru dan warga sekolah untuk mengidentifikasi kondisi serta kebutuhan satuan pendidikan. Dari proses tersebut, arah perubahan dapat dirancang secara bersama sehingga program yang dijalankan lebih sesuai dengan persoalan yang dihadapi sekolah.
Pendekatan transformatif tersebut menjadi semakin penting karena sekolah menghadapi tantangan yang terus berubah. Perkembangan teknologi, kebutuhan peserta didik, serta tuntutan peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan pemimpin yang mampu membaca perubahan dan mengambil langkah yang relevan.
Selain kemampuan beradaptasi, integritas juga menjadi bagian dari proses pembentukan calon pemimpin pendidikan. Dalam pembukaan pelatihan, peserta mengikuti pembacaan Maklumat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK).
Kepala BGTK NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., turut mendorong peserta menjadikan pelatihan sebagai ruang untuk memperkuat kesiapan memimpin sekaligus kemampuan belajar menghadapi perubahan.
Dari total 137 peserta yang mengikuti rangkaian seleksi, sebanyak 87 orang dinyatakan layak mengikuti pelatihan. Mereka berasal dari seluruh kabupaten/kota di NTB, dengan komposisi 58 peserta jenjang SD, 16 SMP, 9 SMA, dan 4 SMK.
Selama 10 hari ke depan, para peserta akan menjalani proses pembelajaran dan menyiapkan gagasan perubahan. Hasil dari proses tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadirkan perbaikan yang lebih nyata ketika mereka menjalankan tugas sebagai pemimpin satuan pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....