Balai Bahasa NTB Perkuat Gerakan Literasi lewat 181 Ribu Buku
- 31 Agt 2026 19:01 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat gerakan literasi melalui distribusi dan pemanfaatan buku bahan bacaan bermutu di satuan pendidikan. Hingga saat ini, sebanyak 181 ribu buku telah dialokasikan untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di 10 kabupaten/kota di NTB.
Penguatan program tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Lokakarya Konsultatif Rancangan Program Prioritas Kabupaten Mitra Juli 2026-Juni 2027 yang digelar INOVASI NTB di Mataram, Senin, 25 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Balai Bahasa Provinsi NTB diwakili Widyabasa Ahli Muda, Nurcholis Muslim, sebagai narasumber yang memaparkan pemanfaatan buku bahan bacaan bermutu untuk mendukung peningkatan kualitas literasi di sekolah.
Nurcholis menjelaskan, distribusi buku tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Literasi Nasional (GLN). Program ini diarahkan untuk meningkatkan minat baca sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa memperoleh bahan bacaan yang berkualitas.
Menurutnya, dukungan buku bacaan bermutu diharapkan dapat membangun generasi pembaca yang cerdas dan berkarakter melalui program literasi yang terstruktur, khususnya bagi siswa SD dan SMP.
Secara nasional, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah mendistribusikan sekitar 5,5 juta buku bahan bacaan bermutu ke berbagai daerah di Indonesia.
Untuk NTB, bantuan tersebut mencakup 97.100 buku untuk 500 SD dan 87.100 buku untuk 248 SMP. Total bantuan mencapai 181 ribu buku yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB.
Balai Bahasa Provinsi NTB saat ini tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pemanfaatan buku di sekolah penerima. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan buku yang telah disalurkan benar-benar tepat sasaran, dikelola dengan baik, dan memberikan manfaat bagi siswa.
“Buku yang didistribusikan adalah buku hasil sayembara penulisan buku bahan bacaan bermutu cerita anak yang diikuti oleh berbagai penulis cerita anak nasional dan telah melalui verifikasi dan validasi, baik dari tema, isi cerita, maupun kualitas standar buku sesuai dengan jenjang pembaca buku,” jelas Nurcholis Muslim.
Penguatan pemanfaatan buku tersebut juga akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi Balai Bahasa Provinsi NTB bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB.
Kolaborasi diarahkan untuk mendampingi sekolah dalam mengoptimalkan buku yang telah diterima, sehingga keberadaan buku tidak berhenti pada pemenuhan koleksi bacaan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses pembelajaran dan penguatan budaya literasi.
Dalam diskusi lokakarya, tim BGTK NTB juga mendorong adanya pelatihan dan pendampingan bagi tenaga pendidik, khususnya dalam peningkatan kemampuan membaca cepat dan teknik pengelolaan pemanfaatan buku bahan bacaan bermutu.
Usulan tersebut dinilai relevan dengan peran BGTK dalam meningkatkan kompetensi guru. Dengan penguatan kapasitas pendidik, pemanfaatan buku diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan mendukung kebutuhan pembelajaran siswa.
Balai Bahasa Provinsi NTB bersama para mitra kemudian membahas berbagai bentuk tindak lanjut yang dapat dilakukan di tingkat kabupaten. Salah satu hasil pembahasan mengarah pada tiga bentuk kolaborasi, yakni distribusi buku bahan bacaan bermutu, pengelolaan pemanfaatannya, serta bimbingan teknis membaca cepat bagi guru.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara ketersediaan bahan bacaan, kapasitas guru, dan peningkatan kualitas literasi siswa di sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....