Balai Bahasa NTB Dorong UKBI Jadi Penguat Budaya Literasi

  • 31 Agt 2026 19:02 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Penguatan budaya literasi di sekolah tidak cukup hanya dengan mendorong siswa membaca dan menulis. Kemampuan memahami informasi, mengolah gagasan, berpikir kritis, hingga menyampaikan pendapat juga menjadi bagian penting yang perlu diperkuat melalui kemampuan berbahasa.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Bimbingan Teknis Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah NTB bersama Balai Bahasa Provinsi NTB, Kamis-Jumat, 27-28 Agustus 2026.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, Samsul Hadi, mengatakan kemampuan berbahasa menjadi fondasi dalam proses pendidikan. Karena itu, stimulasi untuk meningkatkan kemahiran berbahasa perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Literasi tidak hanya berbicara tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memahami informasi, mengolahnya, berpikir, kemudian menyampaikan kembali gagasan tersebut dengan baik. Semua itu membutuhkan kemampuan berbahasa,” jelasnya.

Menurutnya, UKBI dapat menjadi salah satu instrumen untuk memberikan stimulasi kepada guru maupun peserta didik. Melalui UKBI, seseorang dapat mengetahui kemampuan berbahasanya dan terdorong untuk terus melakukan peningkatan.

Samsul menilai guru memiliki posisi penting dalam membangun lingkungan sekolah yang mendukung budaya literasi. Guru dengan kemampuan berbahasa yang baik diharapkan mampu mendorong siswa membaca lebih banyak, memahami informasi secara kritis, menulis, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat.

“Kita ingin literasi menjadi sebuah budaya, bukan sekadar kegiatan. Untuk membangun budaya itu, kita perlu memberikan stimulasi yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa. Ia mengatakan UKBI dapat menjadi cermin bagi seseorang untuk mengetahui kemampuan berbahasa yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu dikembangkan.

Karena itu, pengenalan UKBI kepada guru dinilai memiliki efek yang lebih luas. Guru dapat membawa pemahaman tersebut ke lingkungan sekolah dan memperkenalkannya kepada peserta didik.

Sementara Ketua Wilayah IGI Provinsi NTB, Nengah Istiqomah, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengenalan UKBI. Guru diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung peningkatan kemampuan bahasa dan literasi di sekolah.

Sekitar 100 pendidik mengikuti kegiatan tersebut dengan materi yang mencakup ejaan, kalimat, paragraf, bentuk dan pilihan kata, serta praktik pengenalan UKBI.

Dengan penguatan kemahiran berbahasa, kemampuan literasi diharapkan berkembang menjadi budaya yang melekat dalam proses pendidikan, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan pada momentum tertentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....